.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Empat Sakit dan Deritanya Seorang Pemimpin


Kelihatannya mentereng dan menyenangkan untuk menjadi seorang pemimpin yang memiliki posisi, wibawa, kekuasaan dan pengaruh. Tetapi sebenarnya, bila setiap pemimpin boleh bicara dengan bebas, mungkin ia akan bercerita tentang derita  menjadi seorang pemimpin, atau “leadership pain.”

Kesepian Di Puncak
Memang sebagian besar orang menghormati dan bersikap baik pada pemimpin mereka, tetapi tidak berarti ia merasa didukung dan dimengerti.  Anda mungkin memiliki visi yang jauh ke depan, sehingga sulit dipahami orang lain. Anda tahu informasi-informasi mengejutkan yang tidak boleh dibagikan pada siapapun. Sering orang salah mengerti tentang Anda, tetapi pembelaan justru akan memperburuk situasi, terpaksa Anda diam.

Kritikan Pedas
Kritikan pedas menanti setiap pemimpin. Bahkan, bila ia melakukan yang benar dan baik pun, masih ada orang yang tidak suka padanya.

Pertumbuhan 
Pertumbuhan berarti rasa sakit. Tidak ada pertumbuhan tanpa perubahan, dan tidak ada perubahan tanpa rasa sakit. Maksudnya, perubahan selalu memicu masalah, komplain, ancaman kegagalan, dll.
No Pain, No Leadership
Bila Anda tidak bisa menerima rasa sakit, maka kepemimpinan Anda terbatas. Samuel Chand berkata, “If you’re not hurting, you’re not leading.”  Jadi bagaimana? Chand menulis bahwa visi Anda untuk masa depan harus sedemikian besar sehingga dapat mengalahkan semua kepedihan dan tantangan yang Anda hadapi dalam kepemimpinan. Rasa sakit ini bukanlah musuh Anda. Tanpa perspektif yang benar tentang rasa sakit ini, kepemimpinan Anda bisa terhenti di tengah jalan. Anggaplah rasa sakit itu sebagai sebuah alat untuk membantu Anda terus rendah hati, serta untuk belajar dan bertumbuh (EI)

Kekuasaan yang Besar Biasanya Disertai Rasa Sakit Untuk Membuat Kita Tetap Rendah Hati

Penulis : Esther Idayanti


Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html