.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Apakah Dosa Terpopuler Saat Ini?



Dosa yang paling populer saat ini adalah menjadi LGBT.  Entah dosa yang paling fatal atau bukan, tetapi ini yang paling populer. Orang mungkin berpikir, “Ah, saya tidak seperti mereka.”  Tetapi dosa bukanlah untuk diperbandingkan. Kalau dosa bisa dibandingkan, maka para koruptor berkata, “Aku lebih baik dari pada pemerkosa itu, setidaknya aku tidak menyakiti tubuh orang lain.”   Lalu pemerkosa bisa berkata, “Aku lebih baik dari pembunuh itu, paling tidak korbanku masih hidup.”  Lalu pembunuh satu orang berkata, “Aku lebih baik dari pembunuh berantai itu.”

Ada dosa yang sulit diampuni, yaitu ketika seseorang berkata, “Aku lebih baik dari dia...” Kesombongan membuat seseorang tidak merasa butuh diampuni.  Beberapa kali saya mendengar argumen, “Saya orang baik-baik, bekerja jujur, tidak mencuri, bukan pembunuh, tidak selingkuh, saya rasa saya aman...” maksudnya ia tidak perlu Tuhan untuk memastikan kekekalan.

Kesombongan bergantung pada kemampuan diri, kebaikan, dan amal yang dilakukan. Seorang yang sombong terlalu penuh dengan dirinya, sehingga tidak ada tempat bagi Tuhan.  Kita sombong ketika kita menolak mengakui bahwa sebaik-baiknya kita, kita adalah seorang berdosa yang membutuhkan kasih karunia Tuhan.  Kita tidak lebih baik dari para LGBT, pemerkosa, dan pembunuh. Bedanya, orang tidak melihat, karena dosa kita tersimpan dalam pikiran yang kotor, hati yang dinodai kebencian, keserakahan yang mencegah kita berbagi, perselingkuhan dalam hati, dll.
Tuhan tidak hanya melihat yang tampak, tetapi menyelidiki hal-hal yang tersembunyi dalam hati dan menguji pikiran yang terdalam. Kita perlu merendahkan diri dan berkata pada Tuhan, “Ampuni kesombonganku, nyatakan hal-hal yang tersembunyi dalam hatiku, ampuni dosaku...”

Bila Tuhan Tidak Mengampuni Orang Yang Berdosa, Surga Akan Kosong

Penulis : Esther Idayanti

Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html