.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Alasan Ini Mengapa Bersyukur Dapat Meningkatkan Kebahagiaan


Katanya, orang Jawa adalah orang yang paling bersyukur. Kalau melihat kecelakaan, mereka berkata “Untung tidak apa-apa.” Kalau ternyata orang tersebut terluka, “Untung tidak meninggal.” Kalau ternyata orangnya meninggal, mereka berkata, “Untung meninggal, kalau hidup tapi cacat kan kasihan.”  Menurut Prof. Robert Emmons, sikap bersyukur ternyata membawa banyak manfaat: meningkatkan daya tahan tubuh, tidur nyenyak, menikmati hidup, optimis, tidak merasa kesepian, lebih bersemangat, dll.  Sikap bersyukur dapat meningkatkan kebahagiaan sebesar 25%, alasannya:

Memblokir Emosi Negatif
Seperti iri, penyesalan, kemarahan dll  yang menghacurkan kebahagiaan kita. Perasaan negatif itu tidak bisa ada bersamaan dengan ucapan syukur. Contohnya, bila kita mengucap syukur berarti kita puas dengan apa yang kita miliki & tidak iri akan apa yang orang lain miliki.
Meningkatkan Ketahanan Terhadap Stress
Orang yang bersyukur lebih cepat pulih dari trauma dan penderitaan. Mereka bisa menginterpretasikan hal-hal negatif itu dengan perspektif yang berbeda.

Memiliki Harga Diri
Karena orang yang bersyukur merasa bahwa ada orang lain (atau Tuhan) yang telah mengasihi, membantu & berkontribusi dalam hidup mereka, sehingga cara pandang terhadap diri sendiri meningkat.

Walaupun ada saat-saat khusus kita “merasa” bersyukur, seperti saat lulus kuliah atau mendapat kenaikan gaji, tetapi bersyukur adalah sebuah pilihan sikap, bukan sekedar perasaan. Jadi kita bisa melatih diri kita untuk bersyukur dengan menulis hal-hal yang kita syukuri pada hari itu, mengucapkan terima kasih pada orang lain, menghitung berkat yang kita terima & berdoa.

Tidak harus memiliki kehidupan yang sempurna dulu baru bisa mengucap syukur.  Bukannya kita menutup mata pada tantangan, beban & kesulitan hidup, tetapi kita melihat kehidupan ini secara keseluruhan & memilih untuk melihat hal-hal yang positif.

Bersyukur Adalah Kemampuan Melihat Kehidupan Sebagai Sebuah Hadiah (J Ortberg)

Penulis : Esther Idayanti


Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html