.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tetap Menjadi Diri Sendiri Setelah Menikah


Banyak di antara kita yang melihat seorang teman berubah ketika ia menjalin hubungan dengan seseorang, mengenyampingkan identitasnya sendiri, selalu berusaha menyenangkan hati pasangannya demi hubungan yang harmonis. Kita melihatnya dan berjanji untuk tidak menjadi seperti itu saat kita menjalin hubungan serius dengan seseorang atau setelah kita menikah. Tetapi fakta menakutkannya adalah hal itu sangat mudah sekali terjadi. Dengan merelakan hal-hal yang mendefinisikan siapa anda sebenarnya — mendatangi tempat-tempat tertentu, membaca buku-buku tertentu, menonton acara tv tertentu, berteman dengan orang-orang tertentu — dan tumbuh di tempat dimana anda mengenal pasangan anda tapi tidak lagi mengenal diri anda sendiri.

Pada akhirnya anda akan mulai merasa marah karena semua hal yang anda nikmati hilang. Anda akan merasa kekurangan dan tidak bahagia karena telah melewatkan hal-hal yang anda sukai. Anda dapat menghindari rasa kehilangan akan siapa diri anda sebenarnya dalam pernikahan dan kemarahan yang datang setelahnya, jika mematuhi saran-saran ini.
Memilih 'aku' sebelum 'kita'.
Hal ini bukan berarti egois, tetapi cerdas. Memilih 'aku' berarti anda tahu dan menghormati apa yang hati dan jiwa anda inginkan dalam hidup, sebelum anda berkata 'ya' untuk menjalin hubungan atau menikah. Anda harus tahu apa yang anda inginkan dalam hidup sebelum anda menciptakan pernikahan yang mendukung visi tersebut. Disaat anda bertunangan atau menikah, anda harus tahu jelas apa mimpi anda, cita-cita anda, keinginan anda, gaya hidup bagaimana yang anda inginkan, dan apa yang penting bagi anda.

Memiliki 'me-time'.
Anda mungkin ingin menghabiskan waktu setiap detiknya dengan pasangan, dan bahkan anda berbagi satu atau dua hobi dengan pasangan. Kunci untuk menjadi diri sendiri secara utuh pasca-pernikahan adalah "Lebih memikirkan kegiatan apa yang penting bagi anda dan kesenangan yang anda menikmati, dan memastikan anda benar-benar mendapatkan 'me-time' untuk melakukannya." Jika Anda hanya melakukan apa yang diinginkan pasangan atau apa yang dapat dilakukan bersama, pada akhirnya anda akan merasa telah memberikan waktu berharga anda yang tidak dapat kembali. Dan ini bisa membuat anda marah.
Jangan berkompromi dengan diri anda.
Saat berkompromi, anda akan merasa seolah-olah anda korban dan itu harus dibalas, atau anda yakin kalau anda memberikan terlalu banyak waktu anda, bahkan memberikan diri anda sendiri. Pastikan apa yang telah anda berikan kepada pasangan dikembalikan dalam berbagai cara, hal ini untuk menyeimbangkan waktu yang anda relakan dan yang anda berikan kepadanya. Anda tidak harus untuk ikut menonton tayangan tv favoritnya saat dia tidak mau menonton sinetron kesukaan anda. Di luar itu, ketika anda mengatakan ya untuk suatu hal, pastikan anda benar-benar bersedia melakukannya.

Penulis : Susana

Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html