.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Stop Mengatakan 13 Hal Ini Kepada Anak


Tongkat dan batu mungkin dapat mematahkan tulang anak, tetapi perkataan orang tua dapat menghancurkan hati mereka. Di saat kita sebagai orang tua merasa marah dan frustasi, kita cenderung untuk mengatakan perkataan kepada anak atau di sekitar anak kita, tanpa memikirkan akibatnya terlebih dahulu. Bisa saja kita mengumpat dengan perkataan yang tidak pantas yang mengundang tawa dari anak. Atau melontarkan perkataan yang tidak lucu sama sekali yang dapat membuat anak kita menangis, menurunkan kepercayaan diri mereka, dan berpotensial untuk menghancurkan hubungan orang tua dan anak. Dibutuhkan usaha yang lebih dari orang tua untuk berhenti mengucapkan beberapa kata berikut kepada anak, segera, sekarang juga.

1. "Sudah, Ayah/Ibu Saja Yang Kerjakan."
Sangat wajar jika orang tua ingin mengambil alih pekerjaan rumah anak atau merapikan tempat tidur mereka, tapi mereka tidak akan pernah belajar (atau mau belajar) untuk mengerjakannya sendiri.

2. "Jangan Menangis."
Anak-anak harus merasa aman bila itu menyangkut hal mengekspresikan perasaan mereka. Menyuruh anak untuk tidak meneteskan air mata menyiratkan ada sesuatu yang salah dengan menangis, padahal itu adalah suatu hal yang amat sangat normal.
3. "Kenapa Sih Kamu Tidak Bisa Seperti Si ___?"
Tidak ada yang membuat anak merasa lebih buruk daripada mendengar dia tidak sebagus saudara atau temannya. Jangan membandingkan anak dengan orang lain. Sebaliknya, anda harus membanggakan kemampuan unik mereka.

4. "Yakin Mau Makan Itu?"
Ada cara yang lebih baik untuk berbicara dengan anak tentang makan dan kebiasaan olahraga daripada menggunakan komentar yang menghakimi. Pemilihan kata yang anda gunakan bisa membuat perbedaan antara masalah citra tubuh dan kepercayaan diri akan bentuk tubuh.

5. "Tunggu Sampai Ayah/Ibu Pulang."
Ada dua hal yang salah dengan pernyataan ini. Satu, itu membuatnya tampak seperti mereka tidak akan dihukum sampai nanti dan dapat menyebabkan mereka untuk bertindak lebih lanjut. Dua, menunjukkan anda kewalahan, tidak dapat mengontrol situasi.

6. "Tidak Apa-apa Ya."
Bagi orang dewasa, gesekan kecil bukan masalah besar. Tapi untuk seorang anak, itu bisa menjadi pengalaman paling menyakitkan di dunia. Cukup tangani masalah mereka dengan wajar, tidak perlu terlalu heboh menghadapinya.
7. "Ayah/Ibu janji."
Jika anda ingkar janji kepada anak, mereka akan memiliki masalah untuk percaya kepada orang lain. Jadi jika menyangkut sesuatu yang besar, cobalah untuk mengatakan, "Akan ayah/ibu usahakan" sebagai gantinya.

8. "___mu Itu Bodoh."
Jika anda tidak mau anak anda mengatai temannya idiot, maka seharusnya anda tidak menggunakan kata itu juga. Tidak bermaksud untuk menyindir bahwa ada masalah antara anda dan pasangan.

9. "Tidak Ada Alasan Untuk Takut."
Mengatakan ini kepada anak tidak mengubah fakta bahwa mereka takut. Daripada seperti itu, lebih baik bicarakan ketakutan mereka dan cobalah menolong mereka untuk mengatasinya.

10. "Ayah/Ibu Juga Benci Kamu."
Di satu titik, anak anda akan mengatakan mereka membenci anda. Daripada menurunkan level anda ke tingkat anak-anak (ya, beberapa orang tua melakukan hal ini), balas saja perkataan mereka secara singkat dengan "ayah/ibu sayang kamu."
11. "Karena Ibu Bilang Begitu."
Ini perkataan klise yang harus kita singkirkan, dan untuk alasan yang baik. Tanpa penjelasan, anak tidak akan melihat adanya alasan untuk menghentikan kelakuan atau tingkah mereka yang anda tegur.

12. "Semoga Nanti Kamu Dapat Anak Yang Persis Kamu."
Saat kita menganggap ini merupakan pernyataan sentimen, anak-anak mungkin menafsirkannya sebagai anda mengatakan anda benci membesarkan mereka.

13. "Diam."
Jujur saja, itu kasar.

Penulis : Susana

Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html