.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Siapakah Aku ini ? Sampai Semua Peduli Sama Aku


Filsuf Jerman, Immanuel Kant, senang berjalan-jalan di malam hari, berpikir dan bermeditasi.  Suatu saat ia duduk di taman, dan seorang polisi yang curiga memantaunya selama beberapa jam.  Polisi ini datang padanya dan bertanya, “Apa yang sedang kau lakukan?”  Filfsuf itu menjawab, “Saya berpikir.” Lalu polisi bertanya lagi, “Siapa kamu?” Kant menjawab, “Itulah masalahnya, saya sedang berpikir mengenai ‘Siapa saya?’”  Pertanyaan filsuf ini menjadi pertanyaan mendasar dalam hidup setiap manusia, “Siapa saya?”

Profesi menjawab, “Kamu adalah seorang dokter,” atau “Kamu pejabat yang terhormat.”  Tapi kalau saya pensiun lalu siapa saya?

Ilmu menjawab, “Kamu adalah kera yang berevolusi.”  Wah repot! Apa bedanya saya dengan si bleki yang makan, tidur, punya anak, lalu mati?
Keluarga menjawab, “Kamu adalah seorang ibu,” lalu kalau anak-anak sudah besar dan keluar dari rumah, cara pandang terhadap diri saya akan berubah.

Pribadi menjawab, “Saya seorang yang baik,” maka ketika kita berbuat kesalahan dan dosa, yang memang manusiawi, lalu siapa kita?

Kalau “menjadi” seseorang atau “melakukan” sesuatu memberi Anda identitas dan makna hidup, maka bila hal itu tidak lagi terjadi, Anda akan bertanya “Siapa saya?”  Satu-satunya jawaban hanya bisa didapatkan dalam kaitannya dengan Tuhan. Hidup bisa dimengerti ketika kita mengenal-Nya, mengerti apa yang Ia katakan tentang kita, apa yang Ia pikirkan tentang kita, dan bagaimana Ia mengasihi kita. Maka orang dengan pekerjaan paling rendah sekali pun mendapatkan identitas yang pasti, dan bila kita suatu saat terbaring tanpa bisa berbuat apa-apa pun, kita masih memiliki arti (EI)

Siapakah Aku, Sehingga Tuhan Yang Menciptakan Semesta Peduli Untuk Mengasihiku Dan Mengenal Namaku?

Penulis : Esther Idayanti


 
Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html