.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Empat Pertengkaran Suami-Istri Yang Sering di Awal Pernikahan dan Solusinya


Pernikahan sangat berbeda dengan saat pacaran, karena perbedaan dari dua lawan jenis berkumpul jadi satu dalam satu rumah, hal itu bisa membuat kaget satu sama lain. Di tahun pertama pernikahan sering terjadi pertengkaran, Berikut empat pertengkaran diawal pernikahan dan bagaimana solusinya :

1. Uang
Baik suami atau istri pasti akan ribut tentang siapa yang membayar tagihan-tagihan rumah tangga, sampai berapa banyak uang yang boleh dibelanjakan masing-masing.

Solusi: Uang berbicara
Uang adalah penyebab pertikaian nomor satu bagi pasangan menikah. Hindari cekcok masalah uang dengan saling diskusi mengenai cara menggunakan, menyimpan dan menginvestasikan uang. Beberkan dan catat penghasilan masing-masing, biaya, hutang, tabungan dan lainnya. Kemudian buat anggaran yang bisa anda berdua patuhi. Dengan cara ini, suami atau istri akan tahu gambaran keuangan, dan masing-masing memiliki tanggung jawab dalam bagaimana menangani keuangan.

2. Mertua atau Saudara Ipar
Mertua atau saudara ipar yang suka ikut campur dalam "beberapa atau semua hal" di rumah tangga akan membuat suami atau istri "sesak nafas", dan itu akan memicu pertengkaran.

Solusi: Tetapkan batasan dari awal
Mertua dan saudara ipar akan selalu menjadi masalah berkepanjangan dalam sebuah hubungan bila pasangan tidak mengerti kapan dan dimana mereka harus memberi komentar atau bertindak. Sangat penting untuk mendiskusikan dengan pasangan dan menetapkan batasan yang jelas mengenai campur tangan mertua dan saudara ipar dalam rumah tangga. Tahun pertama pernikahan adalah tentang komitmen bahwa pasangan kita adalah prioritas pertama dibandingkan keluarga asal.
3. Pekerjaan rumah
Mencuci piring tidak pernah menjadi masalah sampai anda menyadari bahwa pasangan bahkan tidak tahu dimana letak spons pencuci piring. Ketika salah satu tidak melakukan tugasnya mencuci dan membersihkan, yang lain akan merasa tidak suka, bahkan marah.

Solusi : Pembagian tugas yang adil
Pembagian jenis kerjanya mungkin tidak pernah sama, tapi harus adil. Setiap orang harus membuat kontribusi, tergantung pada jadwal kerja dan tanggung jawab lainnya. Misalkan istri memasak, suami dengan senang hati membantu mencuci piring atau membuang sampah. Laksanakan perjanjian pembagian tugas dengan baik. Jika tidak, akan tumbuh menjadi masalah besar yang dapat menyebabkan banyak kebencian.

4. Bagaimana cara mengisi waktu luang
Anda mungkin menginginkan tidak lebih dari main game dan membaca sebuah buku yang bagus setelah lelah bekerja. Tapi semua itu tidak bisa dilakukan saat pasangan menginginkan waktu berdua bersama. Kurangnya pemahaman tentang bagaimana anda ingin dan perlu "me time" dapat menyebabkan beberapa pertengkaran serius.

Solusi: Memahami satu sama lain memiliki kebutuhan yang berbeda
Masing-masing harus memiliki "me time", waktu untuk diri sendiri. Tentukan berapa jam dan kapan waktunya pasangan bisa menikmati "me time" atau waktu bersama teman dan keluarga. Jadwalkan waktu yang dapat dinikmati bersama, sekedar pergi kencan atau hanya menonton film di rumah berdua. Jadwalkan pula waktu untuk pergi keluar bersama-sama dengan keluarga dan teman-teman. Bergiliran keluar dengan teman-teman suami, teman-teman istri, juga keluarga dari masing-masing pihak secara bergantian juga merupakan hal baik untuk dilakukan.

 
Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html