.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Empat Pengalaman Yang Sering Terjadi Setelah Perceraian


Sepertinya ini kata-kata klise: Penyesalan selalu datang belakangan. Perceraian pada pasangan menikah jika diputuskan tidak dengan pemikiran yang jernih, hanya akan mendatangkan sebuah penyesalan. Jangan pernah menjadikan perceraian sebagai jalan keluar dalam masalah rumah tangga anda. Tetapi jika terjadi KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), maka bisa jadi hal ini tidak dapat dihindari.

Namun ada baiknya anda memikirkan dua hal ini: Apa saran anda kepada anak anda jika mereka menghadapi situasi yang sama seperti yang anda alami? Dan, pernikahan yang bagaimanakah yang ingin anda perlihatkan kepada anak-anak jika anda bertahan? Jangan meremehkan perceraian, tetapi jangan membiarkan diri anda (dan anak-anak, jika ada) untuk hidup 'sengsara'. Beranilah untuk mengatakan semua itu tidak cukup baik untuk anda. Percayalah pada diri anda sendiri. Berikut merupakan beberapa hal yang akan dialami pasangan yang telah bercerai:

1. Menyadari Anda Tidak Dapat Mencintai Orang Lain Seperti Mencintai Mantan Pasangan.
Dahulu menikah karena apa? Kebanyakan akan menjawab karena saling mencintai dan ingin membangun keluarga bahagia bersama. Tetapi saat pernikahan berada dalam tahap yang dapat dibilang memasuki titik jenuh, sangat mudah untuk 'penyusup' masuk dalam kehidupan rumah tangga anda. Anda merasa bahwa cinta anda kepada pasangan telah memudar atau bahkan hilang, dan anda terbuai dengan sosok baru yang anda kenal ini. Dan bukan tidak mungkin anda akan memutuskan untuk berpisah dengan pasangan. Namun seiring waktu anda pasti akan menyadari bahwa cinta yang anda rasakan dahulu terhadap mantan pasangan jauh lebih besar daripada cinta yang baru. Ternyata rumput tetangga tidak jauh lebih hijau dari milik anda. Anda memiliki pernikahan yang baik (walaupun tidak sempurna, tetapi baik).
2. Kesulitan Dalam Hal Berkomunikasi Mengenai Cara Membesarkan Anak-Anak.
Jika perceraian berakhir tanpa drama, anda dan mantan pasangan dapat saling berbagi jadwal untuk mengurus anak-anak secara bergantian. Namun tetap saja tidak akan sama rasanya seperti saat masih menikah. Akan lebih menyedihkan jika anak-anak dijadikan sebagai 'alat' untuk membalas dendam, anda mungkin tidak diberi atau memberi kesempatan sedikitpun kepada mantan anda untuk berdiskusi mengenai anak-anak.

3. Bahagia Namun Tidak Dapat Memaafkan.
Penyebab perceraian bermacam-macam. Masing-masing pada akhirnya akan dapat menerima kenyataan bahkan hidup tetap berjalan dan anda harus bahagia bagaimana pun caranya. Namun bagi pihak yang merasa disakiti, akan sangat susah untuk memaafkan kebohongan yang ada dalam pernikahan, walaupun sudah dapat menerima kenyataan dan tersenyum bahagia.
4. Merasa Kehilangan.
Jika dahulu anda selalu merasa ada pasangan yang selalu dapat menemani dan mendukung anda, perceraian otomatis akan merebut itu semua dari diri anda. Bahkan di saat anda menemukan penggantinya, untuk memiliki hubungan yang sama seperti yang anda miliki pada pernikahan sebelumnya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Teman atau sahabat dan kegiatan yang anda lakukan tidak pernah bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan dari perceraian.

Penulis : Susana

Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html