.::::::Disiniajatempatnya:::::.


14 Pertengkaran Kecil Yang Dapat Melukai Pernikahan Anda



Pertengkaran adalah salah satu alat terbaik untuk belajar dan membuat kita menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Kebanyakan pasangan menikah pasti pernah ribut akan hal-hal kecil yang tidak berarti. Tetapi beberapa hal kecil berikut justru menimbulkan masalah menjadi tambah runyam.

1. Selalu Menyalahkan Satu Sama Lain
Cobalah bersikap dewasa dan bertanggung jawab dengan melakukan apa yang harus dilakukan. Daripada saling debat menunjuk kesalahan satu sama lain, pikirkan apa yang membuat anda marah, apa yang salah, dan bagaimana cara merubahnya sekarang dan seterusnya.

2. Ribut Soal Pekerjaan Rumah
Semua orang pasti pernah meributkan hal ini: Suami tidak pernah mencuci piring, atau menaruh pakaian kotor sembarangan. Sepertinya sepele kalau dilihat itu hanya kaos kaki kotor yang tergeletak di atas lantai, tapi perasaan anda seperti mengatakan kalau pasangan tidak menghargai usaha anda. Daripada ribut soal kaos kaki, bicara saja terus terang, minta tolong agar pekerjaan anda terbantu.

3. Menyembunyikan Barang Belanjaan
Ribut soal uang bisa merembet kemana-mana. Suami merasa istri terlalu boros, padahal istri merasa dia membeli barang yang memang diperlukan. Atau istri merasa suami boros dengan selalu membeli gadget terbaru. Uang sebagai simbol kekuasaan dan cinta. Banyak orang berpikir jika kita memiliki uang yang cukup, maka kita memiliki cinta yang cukup. Itu hal yang wajar. Setidaknya memiliki penghasilan membuat kita merasa aman dan terjamin. Bila anda dan pasangan sepaham dalam masalah keuangan, pertengkaran dapat dihindari.
4. Menghindari Masalah — Tapi Tetap Melampiaskan Kemarahan 
Mendiamkan pasangan, mengerjakan pekerjaan rumah dengan kasar, atau malah pergi keluar 1-2jam demi menghindari ribut dengan pasangan. Semua itu tidak akan menyelesaikan masalah atau apapun yang mengganggu anda. Memang benar anda dan pasangan tidak ribut, tapi ini ibarat memasak air yang nantinya akan mendidih. Jika anda tidak menyelesaikan masalah, anda juga tidak bisa menjalin kedekatan dengan pasangan. Bila semua dipendam dan ditumpuk, suatu saat akan meledak dan hasilnya tidak akan baik. Jadi, bicarakan dan selesaikan.

5. Anda Berharap Dia Tahu Caranya Membuat Anda Merasa Spesial
"Kalau dia benar-benar cinta, dia pasti tahu hadiah apa yang kumau atau membawaku ke restoran mana." Pernikahan bukan tentang membaca pikiran pasangan, tapi tentang bicara apa yang anda butuhkan dan inginkan, membiarkan pasangan untuk lebih dalam lagi mengenal pribadi anda, memberitahu impian anda, apa yang anda suka, apa yang menyenangkan anda. Pernikahan adalah untuk saling berbagi semua hal tersebut.

6. Kritik Kasar
Tidak masalah untuk mengungkapkan kebiasaan pasangan yang mengganggu. Misalkan jika suaranya mengunyah makanan sangat tidak sopan, artinya bisa saja rekan kerjanya di kantor pun merasa risih seperti anda. Tapi kritik yang diutarakan harus disampaikan di tempat yang tempat. Jika anda ingin orang lain memandang dan mengagumi suami seperti yang anda lihat, maka anda bertanggung jawab memberi masukan kepadanya. Tapi itu untuk visi anda — bukan untuk menyerangnya setiap kali anda merasa jengkel atau marah. Jika anda selalu mempermasalahkan segala hal kecil tentang pasangan, besar kemungkinan ada hal lain yang mengganggu anda. Anda perlu benar-benar menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya.

7. Merasa Tidak Menarik Karena Pasangan Asyik Sendiri
Sosial media, games, siaran tv... Semua itu membuat kecanduan dan sangat sulit untuk ditolak. Selain itu juga dapat menghilangkan kedekatan dengan pasangan, membuat perasaan menjadi "hambar". Harus dicoba untuk menetapkan jadwal dilarang memegang gadget, misalkan saat makan malam.

8. "Sudah kubilang kan?"
Jika pasangan salah akan sesuatu hal dan naluri awal anda adalah mengatakan "Sudah kubilang kan?" di depan wajahnya, itu tidak baik. Tidak perlu untuk menegaskan kesalahan pasangan hari demi hari secara terang-terangan kepadanya, nantinya malah akan membuat pasangan menjaga jarak dengan anda.
9. Ribut Tentang Dia Yang "Selalu" Atau "Tidak Pernah" Melakukan Sesuatu
Biasanya pasangan suami istri meributkan hal ini berawal dari rasa tidak berdaya pasangan memenuhi keinginan anda atau mengindahkan permintaan anda. Di saat kata "selalu" dan "tidak pernah" ada di dalam pertengkaran, maka pertengkaran akan berkembang ke arah "aku tidak" dan "kamu juga"

10. Berbohong Demi Kebaikan Atau Merahasiakan Sesuatu Yang Besar. 
Pertengkaran yang melibatkan kebohongan atau ingkar janji akan menimbulkan masalah besar karena setiap pasangan berusaha menangani sesuatu dengan caranya sendiri. "Kuberitahu saat mood nya bagus," atau "Beritahu dia bagian yang ini saja." Anda belum membangun kepercayaan atau kesepakatan bahwa anda berpasangan. Pasangan yang baik menceritakan segala sesuatunya satu sama lain. Apalagi jika menyangkut kebenaran tentang sesuatu, baik besar atau pun kecil, sangat penting untuk diungkapkan, karena efeknya yang berkepanjangan. Kita ingin pasangan melihat kita dengan cara tertentu dan kita pikir, "Jika dia tahu siapa aku sebenarnya atau apa yang aku lakukan  atau apa yang kurasakan, dia tidak akan cinta lagi kepadaku." Jadi kita menutupi semuanya, dan tidak mau berbagi untuk sesuatu yang tergelap sekali pun, hal ini akan merusak hubungan diantara suami istri.

11. Mengamuk Saat Dia Bilang "Kamu Persis Ibumu"
Kita semua memiliki sesuatu kesamaan dengan orang tua, dan kadang itu bisa merupakan sesuatu yang sensitif. Saat pasangan mengatakan satu kesamaan itu dalam pertengkaran, seringnya itu bukan merupakan pujian. Hal ini terjadi karena anda tidak bisa mengungkapkan apa yang anda mau, ingin, dan rasakan. Ini sama saja seperti anda menyiramkan minyak ke atas api daripada memberikan penjelasan kepada pasangan. Karena itu, tanyakan pada diri sendiri - atau pasangan - apa permasalahan sebenarnya?

12. Berharap Dia Sama Seperti Waktu Berpacaran Dahulu
Saat seseorang mulai bertumbuh dan berubah, dan pasangannya merasa terancam, dia akan memutuskan untuk tidak berkembang dan menjadi takut untuk berubah. Hubungan yang sehat dan bahagia akan memberi sesuatu yang lebih untuk anda dan pasangan. Kuncinya adalah selalu saling mendukung untuk belajar dan berkembang.
13. Selalu Dibuat Malu di Hadapan Publik
Saat pasangan mengatakan sesuatu yang anda harap tidak dikatakan, ada berbagai macam cara berbeda untuk mengatasinya. Anda dapat menanyakan pendapatnya nanti secara pribadi, atau menuduhnya sengaja mempermalukan anda. Kalau hal terakhir ini biasa dilakukan, pasangan akan berhenti memberdayakan satu sama lain. Bukannya tidak boleh membicarakan tentang sesuatu, tetapi beberapa pasangan tertentu menggunakannya untuk mengecilkan pasangannya agar dia terlihat baik. Itu jahat. Jika sesuatu mengganggumu, katakan satu sama lain, tetapi jangan di depan publik.

14. Orang Tua Yang Pertama
Jika anda selalu menelpon orang tua terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu hal, sebelum akhirnya mengatakannya kepada pasangan, artinya anda belum dewasa. Sudah bukan saatnya lagi mendefinisikan bahwa anda adalah anak orang tua anda. Artinya anda menyatakan bahwa anda sudah dewasa. "Dia istriku; Dia suamiku; Kami sudah berkeluarga." Disaat menjalin ikatan suami istri, bukan berarti tidak boleh mengunjungi keluarga lagi. Tapi anda harus memutuskan mana yang lebih penting, bagaimana cara menghabiskan masa liburan, apa tradisi dan kebiasaan sebagai pasangan.

Penulis : Susana 


Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html