.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Dengan Dua Hal ini Anda Akan Menjadi Pemimpin Yang Hebat


Seorang pemimpin perusahaan menyewa konsultan untuk menginspirasi para manager tentang pentingnya mengikuti pemimpin. Ia memberikan sebuah analogi: “Anda berada di Titanic yang sedang tenggelam, dan Anda mendapatkan sekoci.  Malam itu sangat gelap dan berkabut, ke arah mana Anda mendayung?  Nah, situasi kedua, Anda ada pada sekoci yang sama, tapi navigator kapal ada dalam sekoci Anda. Ke arah mana Anda akan mendayung?  Tentu ke arah yang ditunjukkan oleh navigator itu bukan?” Salah satu manager menjawab, “Wah, saya ragu. Navigator itu sudah menabrakkan kapal ke gunung es!” Selama ini orang berpikir bahwa para pemimpinlah yang memilih pengikut. Tetapi sebagai pengikut, sebaiknya kita juga berhati-hati memilih pemimpin, karena sedikit banyak mereka punya andil dalam kehidupan kita. Pilih pemimpin yang:

Bersih Dan Bermoral
Seseorang pernah bertanya pada saya, bagaimana menghadapi perintah atasan yang memintanya melakukan sesuatu yang melawan nilai moral. Menurutnya, ia tidak ada pilihan. Saya tanya balik ke dia, benarkah ia tidak ada pilihan? Ia bisa berkata terus terang dengan sopan bahwa hal ini tidak sesuai dengan nuraninya (appeal). Ia bisa pindah departemen atau pindah pekerjaan. Memang tidak mudah, tetapi paling tidak ia bisa tidur nyenyak. Ketika nurani dihancurkan, kebahagiaan dan keluarga Anda ikut tenggelam bersamanya. Jim Hightowe berkata "Lawan keberanian bukanlah pengecut tapi kompromi. Bahkan ikan mati bisa berenang mengikuti arus."
Memberi Tujuan
Mark Twain berkata, “Dua hari terpenting dalam hidupmu, hari kamu dilahirkan dan hari kamu tahu mengapa kamu dilahirkan.” Memiliki atasan yang memberi “a sense of purpose” membuat Anda bergairah untuk datang ke kantor, walaupun ada tantangan dan konflik (EI)

Orang Yang Mengerti "Bagaimana" Akan Mendapatkan Pekerjaan. Orang Yang Mengerti "Mengapa" Akan Menjadi Atasasnya (Diane Ravitch)

Penulis : Esther Idayanti