.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Baik Buruknya Mempercayai Sebuah Ramalan Masa Depan


Ada pengamat yang mencocokkan ramalan dari para paranormal beken USA tahun 2014. Ternyata banyak ramalan yang tidak terjadi. Ada 21 ramalan LaMont Hamilton yang sama sekali tidak terjadi. Paranormal lain yang menjadi langganan para presiden, raja, bintang Holywood adalah Judy Hevenly. Ini ramalannya untuk 2014: Miley Cyrus menikah, Ratu Elizabeth turun takhta, Paus menunjuk perempuan sebagai kardinal, dan Vladimir Putin mendapat Nobel untuk keterlibatannya di Suriah!

Berapa Yang Tepat?
Inilah pertanyaan kritis yang seharusnya ditanyakan. H. Shekar, mahasiswa S3 dari University Cincinnati berkata bahwa hanya sekitar 1-2 ramalan yang terjadi karena kebetulan, tetapi orang yang percaya pada ramalan ngotot untuk tetap memercayainya, tidak peduli bila ada banyak ramalan lain yang salah. Dan Robert Merton, profesor dari Columbia University, membuktikan bahwa ramalan yang salah bisa menjadi kenyataan hanya karena orang meyakininya (self fulfilling prophecy)
Kalau "Tepat" Bagaimana?
Mama Lauren alm, diwawancara oleh sebuah majalah wanita. Suatu hari ia merasa sangat tidak enak dan tahu bahwa putranya akan meninggal. Tetapi ketika putranya berpamitan, ia tidak bisa mencegahnya. Hari itu putranya meninggal karena kecelakaan. Jadi kesimpulannya: bila benar, kita tidak dapat mengubahnya. Bila salah, rugi sekali memercayainya! Jadi untuk apa bertanya pada paranormal, membaca horoskop, tarot dll?

Walaupun paranormal memberikan ramalan yang “tepat”, tidak seharusnya kita meminta petunjuk. Setahu saya, tidak ada satu agama pun yang menulis bahwa Tuhan menganjurkan umat-Nya untuk bertanya tentang masa depan pada manusia lain, karena Tuhan saja yang seharusnya menjadi pegangan hidup kita (EI)

Tuhan Menyimpan Rahasia Masa Depan, Dan Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya

Penulis : Esther Idayanti