.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Alasan Ini Menentukan Besarnya Semangat Anda Untuk Bekerja


Alkisah hiduplah seorang raja yang mengutus anak buahnya untuk berkeliling dan mencari seseorang yang mengerti rahasia pekerjaan. Perintah yang agak aneh ini membuat anak buahnya bingung, tetapi akhirnya ia memutuskan untuk menyamar untuk mencari orang yang dimaksud.

Hari pertama ia bertemu dengan seorang tukang kayu. Utusan istana itu bertanya, “Pak apakah Bapak menyukai pekerjaan ini?” Dijawab, “Tidak, sebenarnya saya tidak suka, tetapi ini pekerjaan warisan dari nenek moyang. Orang tua saya menyuruh saya melakukannya.”

Setelah itu, utusan istana itu bertemu dengan tukang cuci, dan ditanya pertanyaan yang sama. Jawabnya, “Aku benci pekerjaan bodoh ini. Aku menyesal dulu tidak mau sekolah, sehingga aku sekarang jadi tukang cuci.”
Orang berikutnya adalah seorang pedagang kaya yang berkata, “Pekerjaan ini sangat membosankan, tetapi aku lakukan karena isteriku ingin jalan-jalan keliling dunia.”

Utusan raja itu hampir menyerah, tapi akhirnya bertemu dengan seorang guru miskin yang sedang membaca diterangi sebuah lilin. “Aku sangat mencintai pekerjaanku, karena pekerjaan ini memberiku kepuasan mengajar banyak anak yang tadinya tidak terdidik.”

Hanya 30% pekerja di seluruh dunia yang merasa terinspirasi dan terlibat dengan pekerjaan/karirnya. 48% karyawan di dunia tidak suka pekerjaannya. 18% datang bekerja tapi sangat membenci pekerjaannya. Anda termasuk yang mana? Mengapa Anda bekerja? Alasan ini menentukan besarnya semangat Anda untuk bekerja.

Tuhan peduli bukan hanya pada doa Anda, tetapi juga pada pekerjaan Anda karena Dia lah yang memberikan pekerjaan itu pada Anda. Melalui pekerjaan, Anda bermitra dengan-Nya untuk kemajuan dunia dan kebaikan sesama. Ketika Anda mengerti bahwa sebenarnya bekerja memiliki nilai spiritual, dan mengerti bahwa “boss” yang sesungguhnya adalah Tuhan, maka motivasi Anda untuk bekerja pasti meningkat! (EI)

Tuhan Tidak Peduli Di Mana Anda Bekerja; Tuhan Peduli Bagaimana Anda Bekerja (Kyle Steward)

Penulis: Esther Idayanti