Stop, Jangan Membandingkan Diri Anda Dengan Orang Lain


Pernahkah Anda melihat orang lain lalu berharap bahwa Anda secantik dia?  Atau melihat sebuah mobil mewah lewat dan berharap bahwa itu mobil Anda?  Atau melihat seorang anak yang pintar, baik dan sopan dan ingin menukar anak Anda dengannya?  Membandingkan adalah hal yang manusiawi, tetapi sebenarnya hal yang berbahaya dan masuk dalam kategori dosa.  Kita menilai “harga” kita dengan membandingkan diri dengan orang lain dalam hal kesukeskan, kecantikan, keluarga, dll.

Tuhan Tidak Memberi Yang Terbaik Bagiku
Membandingkan menimbulkan rasa tidak puas terhadap apa yang kita miliki saat ini. Membandingkan diri seolah menuding Tuhan dan berkata, “Mengapa Engkau menciptakan aku seperti ini?” Tuduhan yang sangat tajam pada Sang Pencipta.
Tuhan Memberkati Dia Lebih Dari Aku
Ketika kita membandingkan, biasanya kita hanya mengambil satu sisi kelebihan dalam kehidupan orang lain, untuk dibandingkan dengan kekurangan kita. Lalu berpikir Tuhan tidak adil, karena memberinya jauh lebih banyak dari pada saya.

Tidak Ada Orang Yang Mendapatkan Semuanya
Kalau Anda melihat orang yang sepertinya sangat sukses di satu hal, coba teliti lagi, pasti ada hal-hal lain yang ia tidak miliki.  Setiap orang memiliki kelebihan untuk disumbangkan bagi orang lain, dan kekurangan untuk membuat dia rendah hati dan membutuhkan orang lain.

Membandingkan tidak hanya mematikan suka cita kita, tetapi juga menghentikan rencana Tuhan dalam hidup kita. Alih-alih meraih potensi  yang Tuhan berikan, kita ingin menjadi orang lain. Sebaiknya kita berdoa, “Tuhan, terima kasih Engkau telah menciptakan aku seperti ini dan menyediakan semua yang aku butuhkan. Ampuni aku dan bantu aku berhenti membandingkan.”

Jangan Membandingkan Diri Dengan Orang Lain. Ini Sebuah Peperangan Yang Tidak Akan Pernah Anda Menangkan (Michelle Parsons) 

Penulis : Esther Idayanti