.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Selesaikan Apa Yang Anda Mulai



Setelah kehilangan pekerjaannya, Lee Kravitz, seorang workaholic, menyadari bahwa banyak hal penting yang belum ia selesaikan dalam hidupnya. Ia bekerja terlalu keras, terlalu sibuk, terlalu intens, sehingga ia mengabaikan hal-hal lain yang semestinya ia selesaikan.  Ia tidak buru-buru mencari pekerjaan baru, melainkan mengambil satu tahun penuh untuk menyelesaikan “unfinished business” di antaranya menyediakan waktu untuk keluarga, menghubungi orang-orang yang dahulu dekat dengannya, membayar hutang yang 30 tahun terlupakan, menelepon belasungkawa walaupun terlambat, memenuhi janji yang pernah dilupakannya, mencari sanak keluarga yang terlantar, dll.

Di akhir tahun 2015 ini, apakah ada “unfinished business”?

-  Apakah ada tugas yang seharusnya Anda selesaikan tapi belum dilakukan?
-  Apakah ada pesan yang belum disampaikan?
-  Apakah ada hutang yang belum dibayar?
-  Apakah ada pertemuan yang seharusnya diadakan?
-  Apakah ada permintaan maaf, ucapan terima kasih, atau kata cinta yang belum diucapkan?
-  Apakah ada talenta/ keahlian yang belum dibagikan?
-  Apakah ada pemberian untuk orang lain yang belum Anda berikan?
Kita semua memiliki “unfinished business” dan masih ada kesempatan untuk melakukannya di akhir tahun ini. Dan bila belum terlaksana pun, Anda bisa menyelesaikannya di awal tahun mendatang.

Setelah Lee Kravitz mengambil waktu untuk menyelesaikan hal-hal yang tadinya terselip atau ia hindari, ia menjadi seorang yang berbeda.  Hal-hal itu membuatnya bertumbuh secara pribadi dan rohani.  Akhir tahun membuat kita berpikir bahwa waktu ada batasnya, dan kita perlu melakukan hal-hal terpenting sebelum tahun demi tahun berlalu tanpa kita sadari (Esther Idayanti)

Selesaikan Apa Yang Anda Mulai

Penulis : Esther Idayanti
Image : Jadiberita