Sebelum Anda Bekerja Berlebihan, Perhatikan 5 Hal ini


Salah seorang rekan bercerita bahwa ia bekerja di salah satu perusahaan internasional di Jakarta. Setiap malam ia pulang kerja jam 8 atau 9 malam, itu dianggap normal. Sering lembur hingga jam 11 malam. Dan pernah lembur selama seminggu penuh hingga jam 1 dini hari lalu jatuh sakit. Memang ada saat-saat tertentu kita perlu bekerja ekstra keras bagi perusahaan karena kemajuan perusahaan berarti jaminan keamanan bagi karyawannya. Tetapi ada rambu-rambu yang perlu Anda perhatikan yaitu ketika atasan menuntut di luar batas Anda. Nasihat ini diberikan oleh Oliver Burkeman:

Tidak Bisa Dibahas
Ketika atasan menolak membahas beban kerja Anda, berarti mereka memang memiliki budaya yang demikian. Pikirkan apakah memang Anda senang dengan budaya kerja seperti ini?

Lembur Selamanya
Memang ada saat-saat sibuk, contohnya menjelang lebaran, pelaporan pajak, dll. Tetapi bila lembur yang seharusnya "kadang-kadang" menjadi "selamanya" ini adalah tanda bahaya.
Mengganggu Kesehatan
Memaksa diri hingga sakit selain merugikan Anda, sebenarnya juga merugikan perusahaan, karena kualitas kerja Anda menurun.

Manipulasi Atau Paksaan
Bila atasan Anda meminta Anda bekerja lembur dengan mengancam, merendahkan, membuat Anda merasa bersalah, atau berteriak dengan kasar, lebih baik Anda mencari kerja di tempat lain.

Anda Sedang Di Mamfaatkan
Hanya Anda yang bekerja lembur terus-menerus sedangkan rekan lain bekerja santai, berarti Anda memang dimanfaatkan. Bekerja super keras memang ciri orang modern, semakin banyak lembur dan semakin stres seseorang, semakin ia dihargai. Tetapi semua ini ada harganya, secara kesehatan fisik, mental, emosi. Kita perlu mengevaluasi ulang dengan baik

Bekerja Adalah Sebagian Dari Hidup, Bukan Sebaliknya. Jadi Jalani Hidup "Full Time", Dan Perlakukan Pekerjaan "Part Time" Dari Hidup (Vikrmn)