Para Suami, Cintai dan Hargailah Istri Anda


Seorang penasihat pernikahan, Michele Weiner-Davis, menulis artikel, “The Walkaway Wife Syndrome.”  Pengalamannya menunjukkan bila pasangan yang hendak bercerai memutuskan untuk kembali menginvestasikan hidup mereka dalam pernikahan itu, maka mereka akan saling jatuh cinta lagi dan batal bercerai. Tetapi ada satu hal yang sulit diperbaiki, yaitu “The Walkaway Wife Syndrome.”

Di Amerika, dua dari tiga perceraian diajukan oleh isteri. Bukannya mereka tidak berkomitmen, tetapi mereka menganggap bahwa mereka telah mencoba semuanya tanpa hasil. Isterilah yang menjaga agar pernikahan menjadi prioritas. Ia menginginkan waktu berkualitas, bicara hati ke hati, dan melakukan aktivitas bersama suaminya. Bila seorang isteri merasa dekat dengan suaminya, pernikahan akan aman. Tetapi bila ia merasa diabaikan, tidak penting, didominasi atau dilecehkan, mulailah ia meributkan hal-hal kecil. Bila tetap tidak ada perubahan, ia diam tapi dalam hati memutuskan untuk bercerai, “Kalau anakku sudah kuliah/menikah, aku akan minta cerai.” Bertahun-tahun ia mempersiapkan hati dan dirinya, bukannya berusaha untuk memperbaiki pernikahan.
Ketika komplain berhenti, suami pikir semua baik-baik saja. Tiba-tiba, bom dijatuhkan, isteri minta cerai. Suami terkejut luar biasa, “Mengapa kamu tidak bilang bahwa kamu tidak bahagia?” Lalu suami kalang kabut berusaha memperbaiki diri dan menyelamatkan pernikahan: ikut seminar, bertemu konselor dan melakukan semuanya sehingga mereka menjadi suami yang baik. Tetapi sudah terlambat. Keputusan sudah diambil bertahun-tahun yang lalu. Kalau saja para suami lebih sensitif, mengerti bahwa isteri membutuhkan waktu, perhatian, respek dan kedekatan emosi, mungkin hal ini tidak perlu terjadi. Suami, perhatikan isterimu. Isteri, daripada berpikir bercerai, cari bantuan dan pertahankan pernikahan

Setiap Orang Bodoh Bisa Memiliki Istri Cantik. Tetapi Hanya Pria Sejati Yang Bisa Memiliki Pernikahan Yang Indah (Diane Sollee)

Penulis : Esther Idayanti