Karena 3 Hal Ini, Orang Melakukan Sesuatu Atau Tidak


Apa yang seseorang lakukan atau tidak, biasanya masuk dalam tiga kategori moral di bawah ini:

Aku Lakukan Bila Tidak Ketahuan
Anak-anak kami tahu ada peraturan “Dilarang makan permen”, jadi tidak ada permen di rumah. Tetapi anak saya saat masih kecil tahu bagaimana caranya mendapatkan permen gratis tanpa ketahuan, yaitu saat les. Ada orang dewasa yang masih hidup dalam tahap ini, kalau tidak ketahuan, saya lakukan.  Yang ketahuan terpaksa tinggal di penjara (ketahuan korupsi, narkoba dll).  Apakah ada hal-hal yang Anda lakukan saat ini “karena tidak ketahuan”? Mungkin Anda lupa, ada dua mata yang tak pernah berkedip mengawasi Anda, yaitu mata Tuhan.
Aku Tidak Lakukan Karena Orang Tua Bilang Tidak Boleh
Jadi, kalau ada hal-hal yang Orang Tua tidak sempat katakan, aku bisa lakukan. Hidup dengan cara ini membutuhkan sebuah daftar panjang apa yang “boleh dan tidak boleh” dilakukan, dan biasanya orang mencari celah untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Contohnya seorang pengusaha besar yang melakukan bisnis dengan “legal” (diperbolehkan menurut hukum), namun trik bisnisnya telah menjatuhkan partnernya, sahabat, bahkan orang yang pernah menolongnya. Ia melakukan hal yang "boleh" dilakukan namun tidak "benar".


Aku Tidak Lakukan Karena Hal itu Melanggar Prinsip Kebenaran
Ini tingkatan moral yang paling tinggi. Seseorang tidak selingkuh, bukan karena takut ketahuan (berarti kalo tidak ketahuan, ada kemungkinan dilakukan), tetapi karena itu melanggar prinsip kesetiaan dalam pernikahan.  Seseorang tidak korupsi, bukan karena atasan bilang tidak boleh (berarti kalau atasan diganti dan korupsi, ia ikut korupsi), tetapi karena korupsi melanggar prinsip kepercayaan dan hak milik

Karakter Adalah Melakukan Hal Yang Benar, Walaupun Tidak Ada Orang Yang Melihat(J.C. Watts) 

Penulis : Esther Idayanti