Jangan Pernah Melihat Kebelakang


Kalau Anda ke British Columbia, Vancouver, Anda akan melihat patung dua pelari, tetapi yang satu sedikit menengok. Patung itu adalah patung Roger Bannister dan John Landy, dua pelari tercepat jarak satu mil. Tahun 1954, mereka berdua bertanding dalam Birtish Empire Games. Saat menyelesaikan putaran pertama, Landy memimpin dan hampir dipastikan ia akan menang. Tetapi mendekati garis finish, ia ingin melihat posisi Roger Bannister dan menengok ke belakang. Akibatnya, langkahnya tersendat sehingga Roger Bannister melesat dan menang.

Menjelang akhir tahun ini, memang baik untuk mengadakan refleksi dan perenungan, tetapi jangan melihat ke belakang.  Apa bedanya?  Refleksi mempelajari hal yang lampau supaya bisa memperbaiki masa depan, jadi fokusnya adalah ke depan. Tetapi menoleh ke belakang adalah hidup di masa lalu, berharap hal-hal yang lampau terjadi secara berbeda, “Seandainya dulu saya...” Melihat ke belakang berarti juga menyimpan kemarahan, kekecewaan, atau sakit hati di masa lalu.

Bisa juga berarti menyimpan kenangan manis yang menahan kita untuk menikmati masa kini.  Kita menengok ke belakang karena tidak bisa melihat saat ini atau masa depan lebih baik dari masa lalu. Lebih mudah mengingat indahnya pacaran masa SMA dari pada menyelesaikan konflik pernikahan saat ini. Lebih enak mengingat saat tubuh kita “six pack” karena masuk tim basket  kampus daripada harus berdiet akibat kelebihan berat badan saat ini.

Mungkin kenyataannya memang ada hal-hal yang salah atau yang hilang dari hidup kita di masa lalu, tetapi bila fokus kita ke masa lalu, maka kita akan kehilangan energi untuk menghadapi masa kini. Jangan biarkan masa lalu merusak masa kini dan memerintah masa depan Anda

Sebenarnya Aku Akan Memenangkan Pertandingan Bila Tidak Melihat Kebelakang, Bila Aku tidak Mengalihkan Pandangan Dari Tujuan(John Landy)

Penulis : Esther Idayanti