Jangan Anggap Enteng Usia Keemasan Seseorang


Resminya Ayah saya pensiun 20 th lalu. Tapi tiap kali saya bertemu dengannya, selalu ada hal baru yang sedang dirintisnya, entah sekolah membuat kaki palsu, gerakan kesehatan masyarakat, gedung baru untuk rumah sakit yang dipimpinnya dll. Masa pensiun bisa jadi lebih sibuk dari sebelumnya.

Lebih Trampil
Dalam studi dari University of Illinois, pengatur  lalu lintas udara (traffic controller) berusia tua justru lebih trampil dalam menangani lalu lintas beberapa pesawat sekaligus.  Mereka yang beranjak tua juga lebih ahli dalam menangani konflik sosial. Peneliti di University of Michigan memberi surat “Dear Abby” (surat pembaca yang meminta nasihat tentang kehidupan) pada 200 orang, ternyata orang yang berusia 60an memiliki jawaban lebih baik dari mereka yang berusia muda, karena memiliki berbagai sudut pandang dan solusi.

Lebih Bahagia
Penelitian lain dari Stony Brook University menyatakan bahwa orang yang berusia 50 th ke atas ternyata secara umum lebih bahagia. Dalam wawancaranya dengan orang-orang tua, Karl Pillemer, seorang sosiolog, mendengarkan para lansia berkata bahwa 5-10 tahun terakhir adalah tahun-tahun yang paling bahagia dalam hidup mereka.  Penelitian ini mengubah pendapat yang berkata bahwa usia tua adalah usia yang menakutkan, menyedihkan dan kesepian.

Prestasi
Earl of Halsburg berusia 90 th ketika merevisi hukum Inggris. Goethe menulis drama Faust yang terkenal itu ketika usianya 82 th. Galileo membuat penemuan terbesarnya saat berusia 73 th. Jadi, kalau Tuhan masih mengijinkan seseorang berada di dunia, pasti ada sesuatu yang Ia ingin orang itu lakukan entah untuk masyarakat atau mendampingi keluarga. Jangan buru-buru pensiun. Pengalaman, kematangan, kestabilan, dan hikmat menjadi potensi terbesar para lanjut usia yang bisa kita serap (EI)

Usia Tua itu Selalu 15 Tahun Lebih Tua Dari Saya (Bernard Baruch)

Penulis : Esther Idayanti