Ingin Pernikahan Anda Lebih Bahagia? Lakukan 3 Hal ini


Banyak orang berpikir untuk bercerai dengan alasan, bila tidak bahagia lagi, mengapa harus diteruskan? Dalam sebuah studi dari Linda Waite and Maggie Gallagher, pasangan diminta untuk menilai pernikahan mereka dari skala 1 ke 7, dengan 1 berarti sangat tidak bahagia, dan 7 berarti sangat bahagia. Mereka yang memberi nilai 1 dalam pernikahan mereka, ternyata lima tahun kemudian mengalami perubahan yang drastis, bila mereka memutuskan untuk tetap bersama-sama. Bahkan, 77% dari mereka yang memberi nilai 1 memberi penilaian 7 lima tahun kemudian. Apakah konseling dan terapi menjadi penyebab perubahan ini? Ternyata tidak. Mereka hanya memutuskan untuk tetap bersama dan keadaan menjadi lebih baik, caranya:

Menunggu
Seperti aspek kehidupan lainnnya, pernikahan mengalami pasang surut. Ada saat-saat yang menyenangkan, ada pula saat-saat yang penuh tantangan, kebosanan, dan kelelahan. Kadang keadaan dan tekanan dari luar membuat pasangan tidak berbahagia, contohnya stres pekerjaan, kelelahan karena baru punya bayi, sakit tak terduga, dll. Bila masa itu berlalu, maka hal-hal akan menjadi baik dengan sendirinya.
Mengusahakan Kebahagiaan Pribadi
Penelitian menyatakan ada perubahan dalam kebahagiaan, ketika salah satu pasangan memutuskan untuk tidak menggantungkan seluruh kebahagiaannya pada “mood” pasangannya. Ia mencari hobi baru atau mengubah sikapnya, yang membuatnya lebih sabar dan bisa menerima pasangannya.

Menyelesaikan
Banyak masalah muncul akibat buruknya komunikasi. Belajarlah mendengarkan, sering-seringlah memuji, berikan semangat, dan keluarkan kata-kata positif. Perkataan Anda memberi arah pada pernikahan Anda. Pernikahan yang indah tidak terjadi begitu saja, tetapi membutuhkan waktu, kesabaran dan kerja keras dari dua orang yang memutuskan untuk tetap bersama. Kata Fawn Weaver, “Happily ever after is not a fairy tale. It’s a choice”  dengan arti Bahagia Selamanya Bukan Sebuah Dongeng Melainkan sebuah pilihan.

Pernikahan Tidak Membuat Anda Bahagia - Andalah Yang Membuat Pernikahan Bahagia (Drs. Les & Leslie Parrott)

Penulis : Esther Idayanti