.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Harapan Yang Kita Inginkan Di Tahun Yang Baru


Tahun 2015 mungkin menjadi tahun yang sangat sulit bagi beberapa orang. Mungkin mereka kehilangan keluarga yang dicintai, mendapat vonis mengejutkan dari dokter, tertimpa musibah, dll. Lalu Anda berpikir, apakah Anda sanggup menghadapi tahun depan dengan berbagai tantangannya?

Harapan Yang Pasti
“Bagaimana bila tahun depan...” adalah kata-kata yang membuat orang sulit tidur nyenyak. Tidak ada gunanya khawatir tentang esok hari karena kita tidak tahu dan tidak bisa mengontrolnya. Alasan lain, kita tidak perlu khawatir karena Tuhan sudah membereskan hari esok bagi kita. Kita tenang karena mengetahui bahwa tahun depan ada di tangan-Nya. Tugas kita adalah percaya dan berusaha sebaik-baiknya.
Harapan Untuk Selamanya
Tuhan berjanji untuk tidak meninggalkan dan membiarkan kita sendirian. Janji-Nya itu berlaku untuk hari ini, esok hari, minggu depan, tahun depan, bahkan selamanya, karena Tuhan tidak berubah dahulu, sekarang dan selamanya. Selalu ada harapan, bahkan dalam situasi yang paling kelam sekalipun karena Tuhan dapat diandalkan.

Memilih Untuk Berharap
Delapan bulan setelah kematian suaminya, Sherly Sandberg (COO Facebook) membuat resolusi tahun baru 2016 untuk “memilih hidup dan arti di atas tragedi” (to choose life and meaning over tragedy). Ia memutuskan untuk menulis tiga hal baik/ menyenangkan yang ia lakukan tiap hari. Ia memulai gerakan untuk menolong orang-orang yang mengalami kesulitan seperti dirinya. Anda selalu bisa memilih “harapan” dan bukan “putus asa.”

Kehidupan yang indah bukanlah kehidupan yang sempurna, tetapi sebuah perjalanan yang bermakna bersama Tuhan. Selamat menyambut Tahun Baru!

Harapan Kita Bukan Pada Tahun Baru, Tetapi Pada Tuhan Yang Membuat Segala Sesuatu Baru


Penulis : Esther Idayanti