Cinta Bukan Tentang Perasaan Romantis, Kata-Kata Manis, Dan Seks



Cinta Bukan Seks (Love Is Not Sex)
Kata orang, perempuan memberi seks untuk mendapatkan cinta, dan laki-laki memberi “cinta” untuk mendapatkan seks. Semua jadi salah kaprah. Budaya saat ini seolah menyamakan antara cinta dan seks. Semua film percintaan selalu ada bumbu seks.  Tetapi cinta berbeda dengan seks. Cinta adalah kepedulian, perhatian dan kedekatan/keintiman. Dan tidak ada keintiman tanpa mendedikasikan kemurnian dan kesetiaan hanya untuk satu orang tersebut dalam sebuah pernikahan.  Cinta tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.

Cinta Bukan Sebuah Perasaan (Love Is not Feeling)
Saat jatuh cinta, seseorang dag dig dug bila melihat pujaannya lewat, atau rindu kepadanya ketika mendengar lagu romantis. Apakah itu cinta? Memang emosi banyak terlibat, tetapi bukan satu-satunya kriteria untuk cinta. Emosi adalah sebuah perasaan yang datang dan pergi, naik dan turun. Tetapi cinta adalah sebuah kerja keras dan usaha yang terus-menerus.  Kerja keras untuk membangun orang yang kita cintai, komitmen untuk menjaganya dan mengusahkan kebaikannya. Cinta adalah sebuah pengorbanan yang murah hati.

Cinta Bukan Sebuah Kesempurnaan (LOVE IS NOT ABOUT PERFECTION)
Akhirnya sang putri cantik bertemu pangerang tampan, pasangan yang sempurna, lalu mereka berdua hidup bahagia selamanya. Kalimat itu hanya ditulis dalam dongeng. Pada kenyataannya, pasangan kita akan mengecewakan dan kadang menyakiti kita. Tetapi cinta memberi ruang untuk orang tersebut berbuat kesalahan, dan mengampuni dengan rela, bukan sekali dua kali, tapi berkali-kali. Karena kesalahan kita padanya juga bukan sekali dua kali. Cinta itu sabar dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (EI)

Cinta Bukan Tentang Perasaan Romantis, Kata-Kata Manis, Dan Seks. Tetapi Tentang Kemurnian, Keputusan dan Tindakan Nyata

Penulis : Esther Idayanti
image : mrwallpaper.com