Tekad Anda menentukan Keberhasilan Anda


Banyak hal yang saat ini terjadi, dulu dinyatakan “tidak mungkin.”  Pada zaman kerajaan Majapahit, saat orang berpergian dengan kuda, tak pernah terpikir bahwa orang bisa pergi ke bulan. Pada masa itu, orang harus datang ke tetangganya untuk berbicara, tidak terpikir bisa melihat dan berbicara langsung dengan orang di belahan bumi yang lain dengan Skype. Bahkan ada hal-hal yang 25 tahun lalu kita pikir tidak mungkin, sekarang menjadi bagian kehidupan sehari-hari.  Membawa telepon genggam di kantong saat ini sama dengan membawa kamera video, kamera foto, telepon, kalkulator, komputer untuk internet, buku, pena, video player, tape player, peta, dll.

Tidak Mungkin Atau Belum Bisa ?
Kata “tidak mungkin” lama-lama berkurang maknanya. Bukan lagi sesuatu yang tidak bisa dilakukan, melainkan sesuatu yang belum ditemukan jawabannya.  Wernher von Braun berkata, “Saya belajar untuk berhati-hati menggunakan kata Tidak Mungkin.”

Semuanya Dalam Pikiran
Mungkin atau tidak, semuanya dimulai dari pikiran.  Begitu seseorang berpikir “tidak mungkin” maka ia berhenti mengejar impiannya dan berhenti mencari solusi.

Impian Atau Kesia-siaan?
Apa bedanya impian yang nampak tidak mungkin tapi harus dikejar, dengan pikiran yang sia-sia?  Kalau sekarang saya bercita-cita jadi juara olimpiade badminton, itu namanya mimpi di siang hari bolong, karena tidak ada persiapan dan kerja keras bertahun-tahun.

Alasan... Alasan...
Ludwig Van Beethoven membuat simfoni-simfoni terbaiknya ketika ia tuli.  Eric Weihenmayer adalah orang seorang buta yang mendaki Gunung Everest tahun 2001.  Rekor dunia panahan terjauh dan yang paling tepat adalah sepanjang 210 meter dipegang oleh Matt Stutzman, seorang yang lahir tanpa lengan!  Lalu Anda mau buat alasan apa?

Perbedaan Antara "Tidak Mungkin" dan "Mungkin" Terletak Pada Kebulatan Tekad Seseorang (Tommy Lasorda)

Penulis : Esther Idayanti