Ketika Trauma Mengubah Hidup Kita


Kamus menjelaskan kata TRAUMA sebagai hal yang membuat stres, pedih, hal yang sangat buruk, sangat menyakitkan, merusak, menakutkan, membuat kecewa, mengganggu, menyebabkan kehancuran hati, menggoncang emosi dll. Tidak ada satupun yang baik dari definisi ini. Tetapi bagi beberapa orang, pengalaman traumatis justru mengubah hidup mereka ke arah yang lebih baik. Richard Tedeschi dan Lawrence Calhoun bertanya pada 600 orang yang pernah mengalami pengalaman traumatis, sebagian besar menceritakan efek negatif, tetapi mereka juga melaporkan efek positif. Bagaimana pengalaman yang menyebabkan penderitaan justru membawa pertumbuhan?


Lebih Menghargai Hubungan
Mereka lebih menghargai keluarga dan teman-teman, cenderung membangun hubungan yang akrab dan lebih memiliki perasaan belas kasihan pada orang lain.

Lebih Kuat
Biasanya mereka menjadi lebih bijak, lebih bersyukur, dan  lebih bisa menerima keterbatasan mereka.

Lebih Menghargai Hidup
Mereka menghargai kesempatan hidup hari demi hari. Filosofi hidup mereka berubah, dan mereka mengevaluasi ulang apa yang terpenting dalam hidup. Sehingga materi tidak lagi menjadi yang terutama dan mereka lebih bisa menikmati "saat ini". “Kadang dalam tragedi kita menemukan tujuan hidup, dan mata yang mengeluarkan air mata menemukan fokusnya.” (Robert Brault)

Tidak ada seorang pun yang ingin mengalami tragedi. 
Tetapi pada kenyataannya hal itu terjadi. Ada orang yang menjadi hancur karena pahit hati, tapi ada yang bertumbuh menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Apa yang membedakan? Bila seseorang membuka diri terhadap pengalaman hidup, ia bisa bertumbuh melalui hal yang paling sulit sekalipun. Dan yang lebih penting adalah percaya bahwa Tuhan menyertai mereka bahkan di tengah lembah kekelaman sekalipun

Tuhan Mau Kita bergantung Penuh Pada-NYA, Dan Penderitaan Membawa Kita Pada Titik itu (Joyce Meyer)


Penulis : Esther Idayanti