.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Jangan Sampai Uang Menghancurkan Hidup Anda


Tahun 1923 ada 7 multi jutawan di US yang total kekayaannya lebih dari kekayaan negara US saat itu. Dalam 25 tahun ini keadaannya: Charles M. Schwab presiden dari perusahaan besi terbesar meninggal miskin. Richard Whitney Presiden NYSE (bursa saham) dipenjara. Leon Fraser presiden dari sebuah bank besar bunuh diri. Howard Hubson presiden dari perusahan BBM terbesar menjadi gila.

Kekayaan Yang Sebenarnya Adalah Kemampuan Menikmati Hidup Sepenuhnya, Bukan Banyaknya Harta
Kalau harta menjadi pusat, maka kita akan diperbudak, tidak pernah puas, dan khawatir apa yang kita miliki akan hilang atau berkurang. Sikap hati yang salah terhadap harta (serakah dll) menjadi jerat dalam mengelola keuangan dan bisnis. Dan sudah pasti pernikahan dan keluarga akan menjadi korban, karena hanya di urutan kesekian.

Tuhan Adalah Sumber Satu-Satunya
Jangan harapkan pemerintah akan memberi santunan. Jangan bergantung pada kekayaan orang tua. Jangan berpikir bahwa ekonomi akan menjamin kehidupan Anda.  Walaupun Anda memiliki pekerjaan dan bisnis, tetapi Tuhanlah yang memberikan kesempatan, kesehatan, dan kepandaian untuk mendapatkan semua itu. Tuhanlah sumber yang utama dan satu-satunya. Ketika ekonomi menjadi sulit, tidak perlu memaki pemerintah, melainkan datang pada Tuhan. Ketika orang tua tidak mewariskan harta yang berarti untuk melanjutkan sekolah, tidak masalah, karena Tuhan yang akan memelihara.

Kekayaan Hidup Bukan Apa Yang Kita Miliki, Tetapi Apa yang Kita Beri
Bila Anda menyiram kebun dengan selang, air yang lewat bukan untuk selang, melainkan untuk memberi kehidupan bagi tanaman. Tetapi selang bisa menikmati air sepuas-puasnya karena disalurkan melalui dirinya. Anda adalah selang Tuhan bagi mereka yang membutuhkan. Setiap orang bisa memberi, karena memberi mengenai hati bukan tentang jumlah. Lebih berbahagia memberi daripada menerima.

Orang Bijak Menempatkan Uang di Otak, Bukan di Hati Mereka (Jonathan Swift) 

Penulis : Esther Idayanti