Indahnya Perdamaian




Dalam 24 jam terjadi bom bunuh diri dan teror di Beirut, Baghdad dan Paris. Dunia penuh kekerasan. Konflik dan perang terjadi di berbagai wilayah, dilakukan oleh berbagai pihak. Sulit mengatakan apakah itu karena masalah politik, sosial atau ekonomi. Bagaimana menjaga perdamaian dunia? Beberapa pendapat dari para tokoh:


Cintailah Keluargamu
Mother Teresa berkata, “Apa yang dapat kamu lakukan untuk mendukung perdamaian dunia? Pulanglah ke rumahmu dan cintai keluargamu.”  Kasih sayang yang tulus yang  didapatkan dalam keluarga membuat seseorang mengerti apa artinya mengasihi orang lain. Dalam keluarga yang penuh cinta, seseorang belajar menyelesaikan konflik tanpa harus menggunakan kekerasan. Orang-orang yang penuh kemarahan dan kekerasan dalam hidupnya, seringkali bisa dicari akarnya dari masa kecil dalam keluarga yang tidak memiliki kedamaian. Anak-anak belajar dengan melihat contoh.

Kalahkan Keserakahan 
William E. Gladstone, berkata bila POWER OF LOVE (kuasa cinta) menggantikan LOVE OF POWER (cinta akan kekuasaan) maka dunia mengenal kedamaian.  Keserakahan atas kekuasaan, harta, posisi, dan lainnya mengawali konflik, baik dalam keluarga, maupun dalam pekerjaan, dan ruang lingkup yang lebih besar.

Salah Mengerti 
“Kedamaian tidak bisa dijaga dengan paksaan; hanya bisa dicapai dengan pengertian,” kata Albert Einstein.  Mengerti bahwa orang berbeda dari kita, membuka komunikasi yang jujur untuk mendengarkan dan berusaha mengerti.


Apakah perdamaian dunia akan terjadi?  Saya ragu. Tetapi yang terpenting sebenarnya adalah kedamaian dalam diri kita. Sehingga ke mana pun kita pergi, kita mengimpartasikan keteduhan dan perdamaian

Tak Ada Seorangpun Lahir Membenci Orang Lain Karena Perbedaan Warna Kulit, Latar Belakang atau agamanya. Orang belajar Membenci dan bila mereka Belajar Membenci, Dan Bila Mereka Belajar Membenci, Mereka Bisa diajar untuk Mencintai, Karena Cinta Lebih Alami Dalam Hati Manusia (Nelson Mandela) 

Penulis : Esther Idayanti