.::::::Disiniajatempatnya:::::.


3 Petanyaan Penting Dalam Menjelaskan Sesuatu Supaya Menjadi Lebih Baik


Sebagai orang tua atau pemimpin, sering kali kita harus menjelaskan sesuatu pada anak-anak atau anak buah kita. Dalam beberapa profesi, kita juga perlu memberi penjelasan pada supplier, pelanggan, atau calon pembeli.  Apalagi bila profesi kita sebagai seorang guru, pengajar atau trainer. Ada tiga pertanyaan yang perlu kita jawab supaya kita bisa menjelaskan sesuatu dengan baik:

1. Mana Data Pendukungnya?
Menjelaskan sesuatu perlu memiliki data pendukung, fakta, contoh, konsep, atau apapun juga yang menolong kita untuk membuat mereka mengerti.  Bagian ini mengacu pada “cognitive” atau pemikiran seseorang.

2. Apa Pentingnya?
Ini pertanyaan terpenting yang harus kita jawab.  Mengapa mereka harus melakukan hal ini?  Apa dampaknya bila tidak dilakukan?  Bagaimana hal ini bisa membawa manfaat bagi hidup mereka atau orang lain? Bila seseorang tahu apa yang harus dilakukan (pemikiran), tetapi hatinya tidak tergerak, maka ia lakukan dengan setengah hati.  Tugas Anda adalah menyentuh perasaan mereka, atau “affective”.  Sebagian besar orang memutuskan sesuatu setelah “perasaannya” tergerak, baik itu keputusan untuk beramal, membeli barang, memulai diet, maupun mengubah kebiasaan.  Kata lainnya, jelaskan tentang “benefit” bukan “feature” nya. Mengajar tanpa menginspirasi seperti menempa besi dingin.

3. Apa Setelah ini?
Jabarkan dalam langkah-langkah kongkrit yang bisa dilakukan, bukan sekedar teori di awang-awang yang sulit dimengerti.  Bagaimana menerapkannya? Kalau menghadapi masalah lalu bagaimana?  Beri mereka sebuah tantangan untuk berkomitmen mempraktekkannya. Semua perubahan baru terjadi setelah dilakukan. Bagian ini disebut “behavioral” yang tujuannya mengubah perilaku seseorang setelah menerima pengetahuan tertentu.  Ada istilah “munafik” atau “NATO” yaitu orang yang memiliki semua pengetahuan tetapi tidak pernah mempraktekkannya (EI).

Saya Dengar dan Saya Lupa. Saya Lihat dan Saya Ingat. Saya Lakukan dan Saya Mengerti (Confusius) =-)

Penulis: Esther Idayanti