STOP memberikan minuman kemasan pada anak. Ini BAHAYAnya

Disiniajatempatnya, Udara yang panas sering kali kita merasa suka haus, dan anak kita kalo merengek untuk membelikan minuman kemasan yang suka di jual warung dekat rumah kita, pemandangan tersebut udah tidak asing lagi bukan, biasa di warung tersebut juga kita suka melihat ada orang tua membelikan minuman kemasan murah kepada anaknya.
Dari situ saya suka mikir koq orang tua ini koq gampang ngasih anaknya yang masih masa pertumbuhan dengan minuman kemasan. Padahal guru-guru udah mengajarkan minuman kemasan itu bahaya buat orang dewasa apa lagi anak-anak.

Berikut Kandungan Minuman kemasan dan bahayanya :
1. GULA

Kadungan Gula pasir dalam minuman Kemasan
foto diatas keliatan 1 Minuman kemasan TEH aja bisa mengandung 5 sendok gula pasir. Kalo anda sekalian menggangap batas wajar, ingat makanan pokok kita adalah nasi nah dan nasi itu mengandung gula juga, jadi banyangkan aja berapa kandungan gula yang di asup kalo makan nasi dengan minum diatas.

Bahaya Gula 

Gula memang manis dan menyenangkan, tapi efeknya pada tubuh bila dikonsumsi berlebihan sangat berbahaya. Gula adalah penyebab nomor satu diabetes, obesitas, dan kerusakan gigi. Sayang, kan, kalau anak-anak kita yang lucu dan manis giginya menghitam dan bolong? Dan pasti agan dan sista enggak tega kalau anaknya mengeluh sakit gigi karena konsumsi gula berlebih .

Diabetes pada anak pun bukan mitos belaka. Di Amerika Serikat bahkan sampai 30% anak menderita diabetes. Ayah dan bunda yang sayang anak, awasi asupan gula anak-anaknya, yah. Terutama dari minuman- minuman segar.

2. Kafein
Kandungan Kafein dalam minuman kemasan
Kafein memang bukan hanya terkandung dalam kopi. Minuman lain seperti teh, soda, dan minuman berenergi, bahkan dalam minuman yang dianggap tidak berbahaya seperti susu cokelat dan minuman cokelat.

Bahaya Kafein :
Kafein adalah stimulan yang dapat memicu debaran jantung. Kelebihan kafein dapat menyebabkan debar jantung dan susah tidur. Kafein juga menyebabkan kegelisahan, obesitas dan gangguan perut.

3. TANIN


Tanin mungkin lebih dikenal pada rokok. Padahal, tanin juga bisa ditemukan dalam teh. Kalau anda sekalian minum teh pahit, pasti sering terasa sepet/kesat di tenggorokan kan? Yang anda rasakan itulah yang disebut tanin. Untuk anak-anak, tanin sangat tidak disarankan dan batas toleransinya adalah dua gelas sehari.

Meski tanin dalam teh baik untuk antioksidan, tanin juga memiliki sifat yang dapat mengikat zat besi. Zat besi sangat penting dalma pembentukan darah, sehingga kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Untuk amannya, kalau anda membuatkan teh untuk anak, jangan terlalu lama dicelup/terlalu pekat. Semakin pekat maka semakin tinggi kandungan taninnya.

4. Soda 
Kandungan soda
Paling sulit menghindari ini karena di semua restoran cepat saji pasti menghidangkan ini.
Tapi, harus dibedakan antara soda yang sudah dicampur segala macam hingga menjadi minuman soda yang kita kenal dengan soda yang hanya berupa carbonated water. Saya sudah mencoba untuk membaca apakah carbonated water tanpa campuran pemanis, pewarna dan lain-lain itu berbahaya, dan kebanyakan berkata tidak. Air soda pada dasarnya hanya air mineral yang diberi CO2, namun dalam minuman ringan, ditambahkan lagi sirup jagung, caramel, pewarna, dan pemanis yang menjadikannya berbahaya, baik itu untuk tulang, gigi, dan menyebabkan diabetes serta obesitas. Dapat juga menyebabkan masalah pada ginjal anak maupun dewasa.

Mungkin artikel ini dapat membuka mata kita sebagai orang dewasa untuk tidak sembarangan memberikan minuman kepada anak-anak kita, Memang itu sangat sulit tapi lebih baik mengganti dengan air dan biasakan dengan air putih tersebut.

Ada pun bentuk kampanye untuk yang dapat di lihat di bawah ini.



Semoga Bermamfaat bagi kita semua

Sumber