Investasi Besar Dalam Pernikahan


Banyak orang peduli untuk melakukan investasi dalam bidang keuangan untuk masa depan mereka. Yang lain mengambil banyak waktu dan kerja keras untuk membangun karir. Tetapi sedikit saja yang berpikir bahwa kita juga perlu serius menginvestasikan waktu, tenaga, pemikiran  dan keuangan dalam pernikahan kita.

Pernahkah Anda berpikir mengapa saat pacaran rasanya begitu indah? Tidak heran, karena saat pacaran orang menghabiskan banyak waktu berdua, membawakan hadiah atau oleh-oleh, berani mengeluarkan uang untuk mentraktir atau beli bunga dll.  Mereka menginvestasikan waktu, pemikiran, tenaga dan keuangannya dalam hubungan tersebut. Lalu setelah menikah hal itu perlahan berhenti. Mereka pikir cinta akan berjalan terus apa adanya. Padahal kenyataannya tetap butuh investasi yang besar.

Beberapa Investasi Besar dalam pernikahaan yang anda alami sadar maupun tidak sadar

1. Waktu
Sosiologis Jeffrey Dew dan W.B. Wilcox meneliti bahwa pasangan yang mengambil waktu untuk berdua mengobrol atau beraktivitas bersama setidaknya sekali seminggu akan 3,5 kali kemungkinannya lebih berbahagia dibandingkan dengan pasangan yang kurang melakukannya. Lakukan "date night" sekali seminggu, dan liburan hanya berdua setidaknya 3 hari dalam setahun.

2. Kebaikan
Salah satu definisi cinta adalah komitmen saya untuk memenuhi kebutuhan dan mengusahakan kebaikan untuk pasangan saya berapapun harga yang harus saya bayar. Kalau istilah orang pacaran "Gunung kan kudaki, lautan kusebrangi..." apapun juga akan dilakukan.

3. Doa
Doa menyatukan pasangan lebih dari apapun juga. Doa menempatkan Tuhan yang utama, sehingga menguatkan pernikahan Anda saat ada tantangan.

Kalau saat ini pernikahan Anda sedang dalam masalah dan bertanya, "Dapatkah pernikahan ini dipulihkan?" Jawabnya sudah pasti YA, bila Anda menginvestasikan yang terbaik dari diri Anda (waktu, pemikiran, dll) bagi pasangan Anda. Pernikahan adalah investment terpenting, di atas keuangan, bisnis dan karir Anda (EI)

Cinta Tidak Terjadi Begitu Saja. Butuh Banyak Waktu, Komitmen dan Kedewasaan (Randy MacDonald)

Penulis : Esther Idayanti
Image : www.catatankecil.com