Apakah Napsu dalam Mencari Cinta Membuat Kita Bahagia ?


Kata pepatah, dibutuhkan satu menit untuk menyukai seseorang, satu minggu untuk mencintai seseorang, tetapi seumur hidup untuk melupakannya.  Karena itu gonta ganti pacar sebenarnya tidak disarankan.  Tidak perlu banyak pacar dengan alasan untuk belajar mengenal sifat-sifat orang.

Karena tanpa pacaran pun, kita dapat belajar mengenai orang lain tanpa harus merasakan patah hati berkali-kali.  Dating dan gonta ganti pacar dipopulerkan oleh para selebriti, yang sebentar berkata “I love you” pada yang satu, tak lama berlibur dengan yang lain.

The National Marriage Project di University of Virginia, telah mengeluarkan sebuah laporan “Before I Do” (Sebelum Saya Mengatakan Ya”) yang membuktikan bahwa pengalaman seseorang sebelum pernikahan memengaruhi kualitas pernikahannya nanti.  Riset ini mengatakan bahwa “Pengalaman kita di masa lalu, terutama mengenai cinta, seks dan anak-anak, ada pengaruhnya pada kualitas pernikahan kita di masa depan.”

Beberapa penemuan mereka:
- Semakin banyak parnter seksual semakin tidak bahagia, terutama untuk para wanita. Hal ini disebabkan karena orang yang memiliki banyak hubungan dekat sebelumnya, cenderung untuk membandingkan pasangannya dengan para mantan dalam hal menangani konflik, dating, keadaan fisik, bahkan seksual, dll.
- Melakukan hubungan seks sebelum pernikahan, merendahkan kualitas pernikahan.
- hidup bersama sebelum menikah juga merendahkan kualitas pernikahan.

Apa yang Anda lakukan sebelum menikah, ternyata besar pengaruhnya bagi pernikahan Anda nantinya.  Mereka yang memiliki banyak pengalaman romantis, lebih besar kemungkinannya untuk memiliki pernikahan yang tidak bahagia, dibandingkan dengan mereka yang memiliki sejarah romantisme yang sederhana.  Alias makin sedikit daftar mantan, makin bahagia pernikahan nantinya (EI)

Kita Tidak Boleh Dipimpin Oleh Napsu Kita Kita Sedang Mencari Cinta (Glen Rambharack).

Penulis : Esther Idayanti
Image : www.lipstickandpolitics.com