23 Ibu Berbagi Pengalaman Buruk Dalam Mengasuh Anak Pertama


Disiniajatempatnya, Sudah hampir lima tahun sejak saya melahirkan bayi pertama.  Saat itu saya masih muda dan cemas dan sangat ingin membuktikan pada dunia kalau saya dapat melakukannya.  Saya tidak pernah meminta bantuan.  Pada kenyataannya, saya kira saya menolaknya.  Saya tertekan dengan jadwal menyusui dan memompa asi dan apakah warna kursi-bayi sudah diwarna yang seharusnya.  Saya ingat sewaktu di Target untuk "kencan" perdana ibu dan anak saat anak perempuanku mulai merengek.  Rengekannya bukan hanya sekedar tangisan, dan saya benar-benar merasa kebingungan. Saya gendong dia, kemudian pergi meninggalkan barang-barang saya di kereta belanja dan pergi dari toko.

Sejak saat itu, saya pun melahirkan dua orang anak perempuan lagi.  Kecemasanku tentang jadwal makan dan keselamatan dan tidur anak telah hilang dan perjalanan ke Target menjadi semakin... menarik.

Di dunia "tidak ada penyesalan" kami, sangat sulit untuk mengakui kita telah membuat kesalahan. Sulit untuk melihat ke belakang untuk suatu hal dan menunjukkan apa yang kita harap dilakukan dengan cara yang berbeda saat itu.  Saya bertanya kepada sekeliling dan mendapatkan beberapa jawaban bagus dari beberapa ibu yang berpengalaman.  Hampir setengah dari semua ibu yang saya tanya menjawab seandainya mereka bisa lebih santai dan menikmati masa-masa usia bayi anak mereka.  Bila anda sedang menunggu kehadiran buah hati anda, beranilah dan kumpulkan informasi-informasi dari beberapa ibu berpengalaman dengan anak pertama yang membagikan penyesalan mereka.

"Aku berharap aku bisa berhenti membandingkan dan lebih mempercayai perasaanku!  Aku kuatir tentang semuanya di anak pertamaku: apa anakku makannya terlalu sering, apa saat dia bisa berguling itu tepat, apa dia tidur di malam hari sama seperti bayi teman-temanku?"
- Ashley Dawson, ibu 2 anak

"Aku berharap aku lebih siap mental untuk depresi setelah melahirkan dan mencari pertolongan.  Aku merasa jika aku menjadi tidak rasional dan tidak benar-benar menikmati bayiku atau pengalaman menjadi ibu."
- Kristel Acevedo, ibu 2 anak

"Aku harap aku bisa lebih bersantai di masa anak pertamaku seperti yang kurasa pada anak keduaku.  Aku saat itu terlalu berlebihan dan mengatur segala sesuatunya.  Sekarang aku cuma bilang, 'semuanya baik saja.'"
- Jodi Pitts, ibu 2 anak

"Aku berharap saat itu aku menghindari pelindung puting susu.  Perawat memaksa saya untuk menggunakannya dan bayiku akan menyusu tanpa alat itu nantinya.  Tapi itu tidak pernah terjadi.  Jadi aku harus memakai pelindung itu kemana saja selama berbulan-bulan.  Sangat merepotkan!  Untuk anakku yang lain proses menyusui berjalan baik dan kami tidak pernah memerlukan alat bantu."
- Lacy Stroessner, ibu 3 anak

"Aku berharap waktu di ruang persalinan itu aku bisa lebih santai.  Aku merasa karena ini pertama kalinya dan aku tidak tau akan apa yang terjadi aku terdorong melakukan persalinan dengan bantuan obat-obatan yang kurasa itu sebenarnya tidak perlu sama sekali.  Itu bukan pengalaman yang menyenangkan dan aku menantikan pengalaman yang berbeda kali ini.
- Lindsay Brekke, ibu 2 anak

"Aku berharap aku memiliki jurnal atau foto-foto berkala mingguan.  Aku tidak mengabadikan kehamilanku dengan baik."
- Jenny Johnson, ibu 2 anak

"Aku berharap aku tau kalau menyusui anak itu bisa sangat menantang.  Saya masih menyusui (saya senang melakukannya) dan berencana menyusui sampai Lincoln berusia 1 tahun, tapi di bulan-bulan pertama ada banyak pertemuan dengan pakar asi dan banyak air mata.  Aku kira ini hal yang mudah seperti di film-film."
- Melissa Chambers, ibu 1 anak

'Aku harap aku bisa lebih berani untuk diriku sendiri dan bayiku saat aku ada di rumah sakit.  Aku merasa terganggu dengan membiarkan beberapa orang ada di ruang bersalin saat persalinan berlangsung dan membiarkan ayah memberikan sebotol susu formula kepadanya.  Aku merasa tidak menikmati masa-masa persalinan dan hari-hari pertama anak lelakiku."
- Kamille Dy, ibu 1 anak

"Aku tidak berolahraga saat aku hamil.  Aku harap waktu itu aku yoga setiap hari.  Jadi aku tidak mengalami beberapa masalah, kurasa persalinanku bisa berjalan baik karena yoga."
- Kelley Gilbert, ibu 2 anak

"Aku harap waktu itu aku bisa bilang ke pihak rumah sakit untuk tidak menerima tamu agar aku bisa lebih santai, pulih, dan fokus ke bayiku daripada menjamu tamu.  Aku benci membagi buah hatiku terlalu cepat."
- Crystal Kent, ibu 2 anak

"Aku berharap saat itu aku lebih percaya kepada instingku untuk membiarkan anak pertamaku tidur sepanjang malam lebih awal.  Aku membangunkannya dua kali di malam hari untuk menyusuinya karena dokter spesialis anak dan semua buku mengatakan kalau AKU HARUS MELAKUKANNYA dan kami berdua sama-sama kepayahan.  Mustahil membuatnya terjaga saat menyusu dan kami menjadi kesal di pagi hari.  Ada satu malam saat dia berusia sekitar 5 minggu, aku ketiduran melewati alarmku dan dia tidak pernah bangun untuk susu!  Aku merasa sebagai ibu yang gagal... sampai saat aku menyadari kalau dia bangun tidur dengan ceria dibandingkan hari-hari sebelumnya!"
- Jenny Yanbrough, ibu 3 anak

"Aku berharap aku tidak terlalu stress memikirkan apakah anakku cukup makan apa tidak.  Aku membiarkan perawat dan konsultan asi membuatku khawatir.  Aku rutin memberi asi dan terus-terusan memperhatikan jam untuk memastikan jaraknya cukup jauh!  Aku menghadapi masalah persediaan asi berlebihan dan menyerah karena aku sangat frustasi dadn tidak nyaman.  Bahkan saat aku berpindah ke botol susu aku khawatir jika ia tidak makan semuanya!  Itu sangat gila dan menyebabkan stres berkepanjangan."
- Carla Wiking, ibu 2 anak

"Aku harap aku tahu bahwa itu bukan hal yang tidak biasa untuk tidak memiliki perasaan terhubung langsung dengan bayimu.  Aku memerlukan sekitar 6 minggu untuk merasa terhubung dengannya."
- Andrea Laird Pannel, ibu 3 anak

"Aku berharap seseorang memberitahuku untuk menghilangkan produk susu di program dietku untuk mellihat apakah itu membantu masalah perut bayiku.  Dia sensitif kepada tomat dan bawang putih tapi sepuluh tahun lalu aku tidak pernah berpikir sekalipun tentang produk susu.  Susu, seharusnya baik untuk tubuh, kan?  Sekarang, aku bahkan tidak mau melihatnya apalagi anakku yang paling kecil.  Aku cuma tahu kalau itu akan sangat membantu pada saat aku masih menyusui."
- Stacy Teet, ibu 3 anak

"Aku berharap jika aku lebih membiarkan orang lain menolongku.  Waktu itu seperti angin puyuh saat aku tiba-tiba punya bayi dan aku berharap bisa lebih santai membiarkan orang lain membantuku.  Aku sangat bersyukur untuk semua yang mereka lakukan untukku.  Tapi aku pun sangat menyesal tentang semua itu."
- Melanie Leonard, ibu 2 anak

"Saat bayi pertama aku sangat khawatir tentang keuangan (kami sangat muda dan miskin) hingga aku merelakan banyak hal.  Aku harap dulu tidak begitu.  Kami tidak membeli ayunan, yang kemudian kami tau kalau itu sangat membantu dan kami harus meminjamnya: aku memompa asi yang malah membuatku susah padahal itu tidak perlu sama sekali; aku membenci tempat tidur dan juga kereta dorongnya - tidak bangus dan kualitasnya jelek; dia tidak punya baju bagus yang bisa diwariskan untuk adiknya nanti.  Tidak ada satu pun dari hal ini yang berlebihan, tapi aku berharap menyisihkan sebagian uang untuk setidaknya membeli satu dari barang-barang itu."
- Nicole Clemens, ibu 2 anak

"Aku berharap seandainya aku lebih mencari tahu tentang diet dan pilihan gaya hidup jadi aku bisa mengambil hal-hal yang baik untuk pengaruh positif bayiku dan juga kesehatanku sendiri.  Anak perempuan pertamaku memiliki masalah perut yang sangat buruk dan masih menghadapi masalah kesehatan yang tidak kunjung hilang, yang aku percaya itu karena kekurangan nutrisi di pola makanku sebelum dan saat kehamilan.  Aku beralih ke pola makan yang lebih bergizi (Weston A. Price) saat kehamilan keduaku dan anak kedua dan ketigaku lebih sehat begitu juga dengan kondisi kesehatan mereka selanjutnya."
- Miranda Wulff Altschuler, ibu 3 anak

"Aku menyesal tidak mendengarkan insting keibuanku.  Aku membutuhkan waktu yang lama untuk menyadari kalau teman-teman, keluarga, dokter anak, dan lain-lain ada untuk membantu dan membimbingmu, tapi kamu tidak HARUS melakukan semuanya sama persis seperti yang mereka lakukan atau sarankan jika hal itu tidak sesuai denganmu dan bayimu.  Setiap bayi itu berbeda dan beberapa perbedaan itu bekerja dengan baik untukmu dan bayimu, dan terkadang mendengarkan orang lain hanya akan menambahkan stress yang tidak perlu."
- Devin Lynch, ibu 3 anak

"Aku harap aku lebih berusaha untuk melanjutkan menyusui daripada hanya memompa asi setelah aku pulang dari bekerja.  Saat memutuskan untuk bekerja lagi, hal ini merusak jadwal kami satu sama lain.  Sekarang ini, aku masih memompa secara khusus.  Karena ini saat aku berjauhan dengan anakku dan ada banyak botol susu yang haru dicuci!"
- Hatcher, ibu 1 anak

"Aku berharap seandainya aku lebih kuat dan menolak induksi.  Atau setidaknya meminta untuk mendorong lagi.  Tapi Natal telah dekat dan aku cemas dengan kandunganku dan orang-orang selalu bertanya kapan aku 'brojol'.  Kenyataannya, apabila aku harus mengalami semua ini lagi, aku akan memberitahu semua orang tanggal perkiraan persalinanku."
- Jill Fowler Dorsey, ibu 2 anak

Demikian Beberapa Pengalaman dari ibu-ibu dalam mengasuh anak pertamanya.

image : bable.com