.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Sumber Kekuatan Seorang Pemimpin


Setiap pemimpin perlu memiliki kekuasaan, karena hanya dengan kekuasaan, ia bisa mendorong banyak hal untuk terlaksana.  Berikut ini beberapa dasar yang digunakan pemimpin untuk memastikan kekuasaannya:

Kharisma
Pemimpin yang karismatik biasanya adalah orang-orang yang pandai berbicara, bisa menggerakkan emosi pengikutnya dan menarik.  Pemimpin model ini banyak menggunakan penciteraan untuk memastikan orang mengikut dia karena “image”nya. Tetapi seringkali karisma menjadi dominan sehingga tujuan organisasi justru dilupakan. Selain itu, anak buah menganggap kesuksesan adalah karena sang pemimpin, sehingga tim yang lain dilupakan.

Hadiah
Bonus, kedudukan, promosi, diberikan kepada individu yang bersedia mengikuti keinginan sang pemimpin.  Cara ini memang paling mudah, dan banyak dipraktekkan di dunia politik. Orang berlomba membela kepentingan sang pemimpin (atau partai), tidak peduli betapa anehnya atau korupnya sang pemimpin/partai, supaya mereka dapat jatah kedudukan. Siapa bayar, dia yang mendapatkan suara. Tetapi kepemimpinan model ini sangat merugikan masyarakat. Karena tentu saja bukan kepentingan umum yang didahulukan, melainkan kepentingan sang pemimpin. Dan begitu hadiah disetop, berhenti juga kepemimpinannya.
Prinsip
Yang paling berbahaya dalam kepemimpinan adalah memiliki kekuasaan tanpa prinsip. Prinsip berbicara tentang nilai-nilai kebenaran, hal-hal yang mendasar,  fondasi yang akan berlaku sepanjang waktu, dan hukum-hukum yang akan berlaku bagi setiap orang dalam segala budaya, di seluruh dunia.  Bila prinsip dilanggar, akan ada konsekuensinya, tetapi bila dipraktekkan, akan ada hasil yang manis.  Pemimpin yang mempraktekkan prinsip akan mendapat kepercayaan dan respek dari para pengikutnya. Dan hanya atas dasar inilah kepemimpinan dapat berjalan dengan efektif.


Dalam Hal Gaya (Style) Berenanglah Dengan Arus. Dalam Hal Prinsip, Berdirilah Seperti Gunung Batu (Thomas Jefferson)

Penulis : Esther Idayanti