.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Inspirasi Tentang Jangan Ada Permainan Cinta Lagi


Jangan Permainkan Hatimu.
Pacaran putus nyambung, gonta ganti, TTM sepertinya sudah biasa. Tetapi jangan kamu mempermainkan hatimu untuk jatuh cinta dan patah hati berkali-kali. Hati terlalu rapuh untuk dipermainkan. Biarlah hatimu siap untuk kasih yang sejati, bukan kasih yang terbagi-bagi. Pacaran bukanlah kegiatan anak SMA/kuliah, tetapi masa berkenalan serius untuk melihat apakah dia pilihan yang tepat, yang direstui oleh orang tua dan Tuhan, untuk mendampingimu seumur hidup. Karena itu, jangan menurunkan standar demi punya pacar. Pertanyaan pertama, “Apakah orang ini bisa menjadi suami dan ayah yang baik?” Bila tidak, lupakan saja.

Jangan Berharap Ia akan berubah
“Aku akan berhenti playboy (dugem, mabuk, judi dll) demi kamu. Memang benar ia berubah, lalu setelah mendapatkanmu dan menikah, kemungkinan besar ia kembali kepada kebiasaannya. Karena ia berubah untuk mendapatkanmu, bukan karena rasa hormatnya akan Tuhan. Sungguh ngeri menikah dengan seseorang yang tidak memiliki standar moral yang jelas, dan tidak takut/hormat pada Tuhan. Entah apa yang akan dilakukannya, bila kita tidak ada di sana.

Jangan Takut Kesepian
Ada orang menikah dan kesepian, ada orang jomblo tapi tidak kesepian. Kesepian bukan soal jumlah. Seseorang merasa kesepian saat tidak bisa membagikan hal yang terdalam, yaitu hal-hal spiritual, pada pasangannya. Satu rumah beda ruang, satu kereta beda tujuan.

Jangan Lupa Lapor Orang Tua
Kami sudah pernah pacaran dan mengalami pasang surut pernikahan. Kami tahu bedanya pacaran dan pernikahan, dan kami melihat lebih jauh dari yang kamu tahu. Bila hormon sedang tinggi, otak kurang lancar, alias “cinta itu buta.” Biarkan kami membantumu. Tujuan orang tua hanya supaya anaknya berbahagia. Terakhir tapi yang terpenting, berdoalah buat pasangan hidupmu dari sekarang (EI)

Kalau Kamu Mengambil Waktu Untuk Membangun Hubungan Yang Tepat, Nantinya Tidak Perlu Mengambil Waktu Untuk Menyelamatkan Pernikahan Yang Retak

Penulis : Esther Idayanti