.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Inspirasi Tentang Indonesiaku


Usia semakin bertambah, mudah-mudahan Indonesia semakin dewasa. Memang masih banyak PR yang harus diselesaikan, tetapi sudah ada kemajuan di sana sini bila kita teliti melihatnya:

KESEMPATAN BAGI SEMUA.
Saat ini, seorang yang rumahnya pernah kena gusur karena miskin dan bukan berlatar belakang militer, bisa jadi presiden terpilih.  Lalu gubernur Jakarta dipanggil “Koh” bukan “Bang.” Saya bangga karena anak cucu kita akan mendapat kesempatan sesuai kemampuan dan prestasi mereka, bukan lagi karena nepotisme atau dinilai atas dasar latar belakang mereka. Seperti pidato Soekarno di BPUPKI “Kita hendak mendirikan suatu negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan...”

DEMOKRASI. 
Zaman saya kecil, tidak perlu ada “quick count” saat pemilu, karena semua sudah tahu siapa yang akan jadi presiden dari tahun ke tahun.  Tetapi tahun ini orang bersemangat memilih presiden, karena mereka tahu bahwa suara mereka membuat perbedaan.

TOLERANSI.
Memang pemerintah yang akan datang  perlu bekerja keras untuk menguatkan tenun kebangsaan kita.  Tetapi sebagai negara dengan mayoritas populasi Muslim, Indonesia cukup baik dalam hal toleransi. Bandingkan dengan kekerasan atas nama agama yang dibiarkan terjadi seperti Boko Haram di Nigeria, ISIS di Irak, Al Qaeda dll. Gus Dur berkata, “Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.”

Mari kita menjaga bangsa ini dengan doa, toleransi, dan kejujuran kerja kita, karena
“PATRIOTISME BUKANLAH EMOSI SESAAT YANG MELUAP-LUAP, TETAPI DEDIKASI PANJANG DAN STABIL SEUMUR HIDUP”
 (Thomas Jefferson). Merdeka! (EI) =-)

Penulis : Esther Idayanti