Cerita Inspirasi Tentang Kepemimpinan : Cinta dan Rasa Hormat


Cerita Inspirasi kali ini tentang Kepemimpinan : Cinta dan rasa hormat. Mungkin saya akan puasa lihat Facebook untuk beberapa waktu lamanya. Soalnya banyak gambar mengerikan tentang kekejaman ISIS terpampang di sana. Walaupun saya tidak pelototin, tetapi kalau scrolling mau tidak mau terlihat juga. Ngeri betul melihat sesama manusia diperlakukan seperti itu. ISIS ingin orang hidup seperti mereka dan mengikuti apa yang mereka percayai. Tetapi bila itu yang mereka tawarkan, saya sama sekali tidak tertarik. Apa sebenarnya yang membuat orang tertarik mengikuti kita? (entah dalam organisasi maupun sebagai teman atau orang tua):

KASIH. Pemakaman Mother Teresa di India seperti pemakaman seorang kepala negara, padahal ia hanya seorang perempuan biasa. Berbagai kepala negara hadir dan ratusan ribu rakyat kecil berdesakan ingin menyentuh petinya. Mother Teresa membuat perbedaan ketika ia pergi ke tempat yang orang hindari. Ia tidak ragu mencium tangan seseorang terkena kusta, atau mengambil ulat pada luka membusuk dari seseorang yang tergeletak di tepi jalan. Ia mengubah sikap orang terhadap penderita AIDS dengan memeluk pasien yang meninggal karena penyakit itu. Kini ordo/pelayanannya ada di 100 negara dengan 5000 biarawati dan pekerja suka rela. Ia membangun  sekelompok pengikut dan memengaruhi jutaan orang di dunia dengan bermodalkan kasih. Di zaman yang penuh persaingan, kekerasan dan ketidakpedulian, kasih merupakan komoditi yang dicari semua orang.  Bila Anda ingin orang mengikuti Anda, berikan kasih yang mereka butuhkan.

RESPEK. “Treat others with respect, and others will respect you,” kata pepatah. Tidak mungkin menuntut orang lain mengikuti kita, bila mereka tidak respek pada kita. Dan satu-satunya jalan untuk mendapatkan respek mereka adalah memberi respek atau menghormati mereka terlebih dahulu. Respek berarti mendengarkan orang lain, sopan, dan menghargai apa yang mereka yakini, walaupun berbeda dengan kita (EI)

Bila Anda Ingin orang Mengikuti Anda, Tunjukan kasih Dan Respek, Bukan Pamer Kekuasan.

Penulis : Esther Idayanti