Cara Mengatasi Depresi


Depresi adalah suatu kondisi sedih, sakit hati, galau yang di sebabkan dari beberapa sumber, bisa putus cinta, bangkrut, dipecat dari kerjaan, dan masih banyak lagi. Depresi ini dapat menyebabkan orang melakukan bunuh diri. Bermacam-macam alasan mengapa orang bunuh diri: depresi, kehilangan harapan, merasa orang lain bisa lebih baik tanpa mereka, ancaman impulsif (“kalau kau putuskan hubungan, aku bunuh diri.”) Sebenarnya tujuan akhir mereka bukanlah mengakhiri hidup, tetapi mengakhiri penderitaan.

Tetapi apakah bunuh diri menyelesaikan masalah? Bagi yang ditinggalkan, bunuh diri memberi masalah berkepanjangan. Bagaimana perasaan pasangan, anak, orang tua yang ditinggalkan? Seumur hidup mereka bertanya-tanya, mengapa hal ini terjadi, mengapa mereka tidak mencegahnya, apakah mereka tidak cukup berharga bagi orang tersebut untuk mempertahankan hidupnya?  Ada juga yang marah karena menganggap orang yang bunuh diri sangat egois, hanya memikirkan dirinya. Kepedihan, kebingungan, kemarahan, yang dialami sangat mendalam.

Masih soal depresi, berikut ini cara mengatasi depresi (selain melalui obat bila depresi disebabkan oleh kelainan fisik atau mental):

Bicara
Kadang orang depresi merasa sendirian, kesepian, dan tidak dicintai.  Mereka juga memandang masalah lebih besar dari yang seharusnya. Bicara dengan orang lain membantu menempatkan masalah pada porposi yang benar, selain meringankan beban di hati. Banyak orang peduli, bila Anda mau berbagi.

Bertobat
Bertobat bila fokus hidup salah (tidak mengutamakan Tuhan) atau ada dosa yang disembunyikan. Hati nurani yang bersih memberi kelegaan. Sebaliknya dosa memberi rasa bersalah, yang bila ditekan dan disembunyikan akan muncul menjadi stres dan depresi.

Bersyukur 
Journal of Psychiatry and Neuroscience menulis bahwa kalau seseorang mengarahkan perhatiannya pada hal-hal yang positif, maka hormon serotonin (yang membuat mood menjadi lebih baik) akan meningkat. Jadi kebahagiaan adalah sebuah keadaan pikiran yang membutuhkan usaha, kegigihan, dan dipraktekkan berulang-ulang. Seseorang bisa “menciptakan” kebahagiaannya dengan cara bersyukur. Menurut Universitas Berkeley, menghitung berkat meningkatkan keadaan psikologis, emosional dan keadaan jasmani seseorang. Bersyukurlah untuk mata yang bisa melihat, air bersih, orang-orang yang kita cintai dll.

Berdoa atau bermeditasi
Berdoa ternyata meningkatkan hormon dopamine yang mengatur rasa nyaman dalam otak. Secara rohani berdoa adalah berserah di hadapan Tuhan yang sanggup melakukan lebih dari apa yang kita pikirkan. Makin banyak berdoa, makin sedikit khawatir. “Pray, and let God worry.” (EI)

Tuhan, Bantu Aku Untuk Ingat Bahwa Tidak Ada Satu Halpun yang terjadi padaku hari ini, yang Engkau dan aku tidak dapat atasi. Amin... ^^

Penulis : Esther Idayanti