Sebuah Perjalanan Ke Masa Lalu


Tahun 1980 Prof. Rachel dan Stephen Kaplan menemukan Attention Restoration Theory, yaitu bahwa banyak hal dalam hidup ini membutuhkan perhatian (attention) yang menguras mental. Bila tidak diperbaharui, kita bisa “exhausted” atau kelelahan mental dengan ciri mudah marah, impulsif, frustrasi, lelah, dan turunnya performance kita. Untuk memulihkannya, kita butuh pengalihan perhatian yang memiliki karakteristik:

(1) DAYA TARIK yang bisa mengalihkan perhatian Anda tanpa usaha keras dan tidak diarahkan dengan sengaja ke suatu tugas/hal tertentu.

(2) PERGI dari hal yang rutin dan tuntutan sehari-hari.

(3) UNTUK JANGKA WAKTU TERTENTU berada dalam lingkungan yang bisa membuat pikiran Anda sibuk

(4) PENGALIHAN SESUAI dengan selera atau tujuan Anda

Biasanya orang pergi ke alam (gunung, pantai, dll) untuk mendapatkan efek di atas. Tetapi taukah Anda bahwa pergi ke museum sama manfaatnya dengan rileks di tepi pantai? Peneliti Jan Packer dari the University of Queensland menemukan bahwa pergi ke museum bisa memberi Anda empat manfaat di atas karena mengalihkan perhatian Anda dalam jangka waktu tertentu, di lingkungan yang berbeda, dan Anda bisa pergi ke museum yang sesuai dengan minat Anda (museum sejarah, seni dll). Sayangnya, jarang sekali orang pergi ke museum di kota mereka, atau saat mengunjungi kota/negara lain.

Selain merasakan manfaat di atas, kemarin saya belajar banyak hal baru di Museum Fatahilah. Saya juga bersyukur untuk hal-hal yang selama ini saya anggap biasa. Melihat penjara di bawah tanah yang gelap dan sempit diisi 60 orang, dan menengok penjara tempat Cut Nyak Dien ditahan, membuat saya bersyukur bahwa ada orang-orang yang berkorban sedemikian besar supaya saya bisa hidup di sebuah negara yang merdeka.

Mengunjungi Sebuah musium adalah sebua perjalanan ke masa lalu untuk bertanya, menjelajahi, dan mencari tantangan yang kita pikirkan tentang kehidupan.

Penulis : Esther Idayanti
Image : visitphilly.com