.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Pilih Siapa Ya ?


Soal memilih wakil rakyat atau presiden, berikut ini nasihat dari para pakar:

"KORBANKAN KARIRMU DEMI ANGGOTAMU. TAPI JANGAN KORBANKAN ANGGOTAMU DEMI KARIRMU" (Jend. Sudirman). Jangan pilih pemimpin yang pernah mengorbankan rakyat demi bisnisnya (kepentingan pribadi), terlibat KKN, korupsi, dll. Bukan hanya satu-dua desa habis, tapi bisa jadi seluruh negara bangkrut!

"JANGAN PILIH CAPRES YANG TANGANNYA BERLUMURAN DARAH" (Franz Magnis Suseno). Sekitar 140,000 penduduk Syria mati di tangan presidennya sendiri. Pemimpin harusnya mengayomi pengikutnya bukan membantainya.

"KARAKTER ADALAH ISU POLITIK" (Walter Mondale) Menurut mantan wapres USA ini, karakter seorang presiden adalah isu politik, bukan urusan pribadi semata. Presiden yang memiliki masalah dalam pribadinya menjadi kurang efektif dalam tugasnya dan memengaruhi keputusannya. Sebenarnya soal karakter harus diketahui sebelum mereka dipilih, namun kampanye justru menyesatkan dengan penciteraan dan mengumbar program. Pilih karakter, bukan kebijakan/policy.

"INDONESIA BUAT SEMUA, SEMUA BUAT INDONESIA" (Soekarno). Berhati-hatilah bila ada kandidat yang mengetengahkan isu agama atau kesukuan karena hal ini akan memecah belah bangsa. Jepang bersatu karena mereka homogen, satu suku. Thailand berdiri sebagai satu negara karena mereka menjadi "buffer" wilayah yang tak pernah dijajah. Amerika bersatu karena satu asalnya, para pilgrim yang datang dari Inggris. Tapi Indonesia beda suku, beda bahasa, beda budaya, beda wilayah, beda asal, bersatu karena sebuah ideologi. Bila ideologi ini diserang, habislah Indonesia.

Satu lagi, pilih seseorang yang terbukti karyanya, can get the job done. Yang penting juga selain jangan jadi golput adalah berdoa bagi pemilu dan calon presiden kita berikutnya. Mari memilih dengan bijak (EI).

PERJUANGANKU LEBIH MUDAH KARENA MENGUSIR PENJAJAH, PERJUANGANMU AKAN LEBIH SULIT KARENA MELAWAN BANGSAMU SENDIRI  (Soekarno)

Penulis : Esther Idayanti