Sebuah Jalan Untuk Godaan


Seorang nenek mengomentari hasil belanja cucunya, “Cu, di zaman nenek uang segitu bisa dapat beras, minyak, permen, roti, dll.” Cucunya berkomentar, “Sekarang harga-harga pada naik sih Nek.” Dijawab oleh nenek, “Bukan begitu, zaman nenek dulu tidak ada CCTV!”  Orang memasang CCTV supaya tidak ada kesempatan buat orang mencuri. Ada tiga hal yang membuat orang tergoda:

KEINGINAN. 
Godaan berasal dari keinginan seseorang, dan bukan sebuah “cobaan” dari Tuhan, karena Tuhan tidak pernah mencobai seseorang supaya ia jatuh dalam dosa. Karena ingin kaya, orang korupsi. Karena ingin menang, orang berbuat curang. Lawan KEINGINAN dengan KEYAKINAN (conviction). Bila Anda memiliki keyakinan kuat bahwa sesuatu walaupun enak tetapi melanggar kebenaran, maka ada akan berhenti. Bila Anda memiliki keyakinan kuat bahwa Tuhan melihat dan mengadili, maka Anda akan melepaskan keinginan yang salah.

KESEMPATAN. 
Tutup semua peluang. Bila Anda memegang kekuasaan, buat sistem “check and balance.” Bila Anda pernah tergoda oleh internet pornografi, jangan taruh komputer di tempat tersembunyi, dan keluar dari group di bb/whatsap yang sering mengirim gambar seronok.

KEBERANIAN. 
Manfred Freiherr von Richthofen atau Red Baron, adalah pilot Perang Dunia I yang sangat terkenal karena menembak jatuh banyak pesawat musuh. Bulan April 1918, ia mengejar pesawat Kanada di peperangan Mor-lan-court Ridge. Tetapi Red Baron membuat kesalahan fatal, ia terbang terlalu lama, terlalu rendah dan terlalu jauh memasuki wilayah musuh sehingga ia tertembak jatuh. Bila kita menganggap diri kuat dan “terbang” terlalu jauh memasuki teritori “godaan” cepat atau lambat kita akan tertembak jatuh. Jangan berkata, “Oh saya bisa entertain kolega bisnis ke klub malam tanpa tergoda.” Atau, “Saya bisa berteman dengan mantan tanpa melibatkan perasaan.” Ingat kisah Red Baron, jangan terlalu berani!

KEMAMPUAN ANDA UNTUK MENOLAK GODAAN SEBANDING DENGAN KEPATUHAN ANDA PADA TUHAN (Ed Cole) 

Penulis : Esther Idayanti
Image : photopanorama.wordpress