Mr. Gadget


Seorang teman heran melihat anak saya tidak punya hp, iPad, iPod, dll. Mereka boleh menonton TV dan main game hanya weekend dan hari libur, itupun acara tertentu dan lamanya dibatasi. Berulang kali saya harus mendengar, “Mami, temanku dibelikan iPad terbaru,” atau “Mam semua teman di kelas punya hp.” Mami lain berkata pada saya, “Kasihan sekali anakmu.” Ups...! Tapi sebenarnya justru karena kasihan saya tidak memberi gadget.

PERTUMBUHAN OTAK TERHAMBAT.  Menurut penelitian otak anak antara 0-2 th bertumbuh 3x lipat, dan terus bertumbuh hingga 21 th. Pertumbuhan otak di usia awal ini ditentukan adanya atau tidak adanya stimuli. Terlalu banyak teknologi (hp, internet, iPad, TV) menghambat pertumbuhan otak yang sehat dan mengakibatkan kegagalan belajar, kurangnya kemampuan untuk mengatur diri dan impulsif.

DIGITAL DIMENTIA. Gadget/game bersifat cepat, menyebabkan “attention deficit” dan berkurangnya konsentrasi serta memori, karena mengakibatkan otak memotong jaringan neuronal.  Selain itu, game adalah kosentrasi singkat dengan stimulus (upah) yang langsung dan cepat. Bila ia bisa mengerjakan, maka ia dapat point. Akibatnya, bila ia diminta berkonsentrasi tanpa upah, contohnya mendengarkan guru mengajar, otak tidak dapat bekerja dengan baik. Anak-anak yang tidak bisa konsentrasi, tidak dapat belajar!

RADIASI. Mei 2011, World Health Organization menggolongkan hp dan perangkat wireless yang lain sebagai “possible carcinogen” (mungkin kanker) tetapi di penelitian tahun 2013, Dr. Anthony Miller mengatakan lebih parah lagi, “probable carcinogen” (bisa menyebabkan kanker)

Masih banyak akibat negatif lainnya. Tetapi akibat yang paling menyedihkan adalah ia mencari hiburan, bukan hubungan. Ia memperhatikan layar, bukan orang lain. Ia ingin menang, bukan berkorban. Ia ingin menyendiri, bukan berbagi waktu dan perhatian untuk saudaranya (EI)

DUNIA INI MEMBUTUHKAN HUBUNGAN, KASIH DAN PENGORBANAN. KITA TIDAK BISA BELAJAR HAL INI DI LAYAR GADGET (Renee Robinson) 

Penulis : Esther Idayanti
Image :  xbsmager.blogspot