.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Menjadi Asisten / Wakil yang ideal


Di balik seorang bos yang berhasil, ada anak buah/tim yang kuat, yaitu orang-orang yang:

MENOLAK UNTUK BERKATA, “SAYA TIDAK BISA.”
Jangan heran bila Anda diberi tugas yang mendekati “tidak mungkin” karena seorang pemimpin memang biasanya seorang kholerik yang memiliki visi yang besar. Kalau atasan Anda memberi tugas semacam itu, jawablah dengan “Saya usahakan,” atau “Saya coba sebaik-baiknya.” Bila Anda sudah mencoba tetapi gagal, tanyalah padanya atau berikan usulan bagaimana tujuan itu bisa tercapai.

MENOLAK UNTUK BERKATA “SAYA TIDAK TAHU.”
Kadang atasan Anda bertanya tentang suatu hal yang Anda tidak tahu. Daripada menjawab “Saya tidak tahu,” jawablah, “Saya akan cari tahu,” tetap dengan sikap positif.

BISA DIPERCAYA.
Menjadi asisten/wakil membuat Anda melihat banyak hal dan mendengar informasi yang sensitif atau rahasia. Jangan bocorkan rahasia, dan jangan bergosip tentang atasan Anda.  Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Sebagai anggota tim yang baik, Anda bisa menguatkan atasan Anda dan memberi saran bila diminta, tetapi jangan mengumbar kelemahan dan kesalahannya pada orang lain.

PROAKTIF.
Apa bedanya sekretaris dan asisten/wakil? Sekretaris melakukan tugas bila disuruh oleh atasan, tetapi asisten/wakil memberi tugas pada atasan mereka. Bukan berarti “bossy” tetapi asisten/wakil memahami isu yang dihadapi oleh atasan dan membantu atasan menyelesaikannya dengan cara mengingatkan, berfungsi sebagai “project manager” dan mempersiapkan semua supaya atasan tinggal memutuskan, atau tahu beres (EI)

KESALAHAN TERBESAR YANG ANDA BUAT ADALAH MEMPERCAYAI BAHWA ANDA BEKERJA UNTUK ORANG LAIN. INGAT: PEKERJAAN MILIK PERUSAHAAN, TETAPI KARIR ADALAH MILIK ANDA! (Earl Nightingale) 

Penulis : Esther idayanti