.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Kecanduan Yang Dapat Membuat Stress


Ada orang yang selalu mepet berangkat ke bandara, sehingga ia selalu dag-dig-dug dan sempat beberapa kali ketinggalan pesawat. Selain itu, jadualnya super padat, selalu mencari tantangan baru, setelah itu ia berkata bahwa ia “stressed to the max” sambil tersenyum. Mungkin ia termasuk golongan “stressaholic” yaitu orang-orang yang mengejar stres lebih dari orang lain, dan sulit untuk rileks.

Ternyata menurut Jim Pfaus, neuroscientist dari Concordia University, kita bisa kecanduan stres karena stres dalam emosi dan fisik mengaktifkan sistem syaraf pusat, dan menyebabkan “natural high” atau perasaan melayang/ menantang/ menyenangkan yang natural (seperti orang kecanduan narkoba, tetapi tidak parah). Karena itulah beberapa orang menyukai stres sedikit berlebihan. Apalagi di dunia modern ini, semakin Anda sibuk dan stres, semakin orang memandang Anda sebagai seseorang yang penting. Kebiasaan ini bisa membuat seseorang merasa “kosong” bila tidak mengalami stres. Richard Carlson berkata bahwa stres adalah bentuk sakit mental yang diterima oleh masyarakat!

Tetapi sebenarnya, stres bisa menyebabkan sebagian otak yang mengatur emosi dan metabolisme mengecil, kata Dr. Rajita Sinha, profesor psikiatri dan neurobiologi di Yale University. Dan ternyata dampak ini lebih disebabkan oleh stres yang terus-menerus, bukan oleh stres yang disebabkan satu peristiwa traumatik (seperti perceraian, kematian keluarga dll).

Semua orang memang mengalami stres, tetapi yang penting bagaimana kita bisa mengatasinya dan bukan membuatnya sebagai kebiasaan hingga kecanduan. Caranya: membina hubungan yang kuat dengan orang lain, berdoa, lakukan sesuatu yang kreatif (melukis, dll) dan pergi ke alam bebas. Apakah Anda seorang “stressaholic”?

Tanda orang Sukses Adalah Seseorang yang bisa menghabiskan Waktunya di Tepi Sungai Tanpa bersalah.


Penulis : Esther Idayanti
Image : setster.com