.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Jangan kutuk diri anda sendiri


Sering kita dengar orang berkata, “Mati aku,” atau “Sial banget gue,” atau “Gue parah banget nih.” Tadinya saya pikir ini hanya cara kita berbicara saja. Tetapi, setelah mempelajari lebih lanjut, ternyata kata-kata yang kita ucapkan ada kuasanya, bukanlah hal kosong. Tidak heran, kalau orang tua mengata-ngatai anaknya, “Kamu bodoh banget sih!” anak ini kemudian menjadi anak yang lambat berpikir. Apa yang diucapkan menjadi gambaran mental anak itu.

“Kata-kata membunuh, kata-kata memberi kehidupan.  Kata-kata bisa menjadi racun atau buah, Andalah yang memilih.”.  Bukti bahwa kata-kata berkuasa adalah sistem mantra/ sihir/ kutukan yang dilakukan oleh dukun (tapi jangan khawatir, kalau kita dekat dengan Tuhan, hal ini tidak akan terjadi). Mengutuki adalah mengatakan/ mengharapkan hal yang buruk terjadi, sebaliknya memberkati adalah mengatakan/ mengharapkan hal baik terjadi.

Kutukan bentuk lain berkata, “Diabetesku/ kankerku...” yang secara tidak langsung mengklaim hak milik atas penyakit tersebut. Lebih baik berkata, “Penyakit ini...” atau “Aku menjalani terapi dan akan lebih baik...”  Ada juga pengakuan, “Semua perempuan di keluarga kami mati muda...” Marilyn Hickey, seorang pembicara, merasa bahwa ia akan mati muda karena ibunya meninggal pada usia 39. Jadi setelah ulang tahunnya yang ke 38, Marilyn mulai berpikir tentang kematian. Semakin mendekati ulang tahun ke 39, semakin parah penyakitnya. Untunglah, akhirnya ia percaya bahwa Allah telah menebusnya dari  semua kutukan, ia bertobat dan tidak lagi percaya pada kebohongan itu. Saat ini usianya 83 tahun, dan Januari lalu saya bertemu dengannya saat nenek ini mampir ke Jakarta dalam perjalanannya menjadi pembicara keliling dunia! Berhati-hatilah dengan ucapan yang Anda tujukan pada diri Anda. Ucapkan kata-kata yang positif dan membangun (EI)


JANGAN KATAKAN SESUATU TENTANG DIRI ANDA, YANG ANDA TIDAK INGIN TERJADI (Brian Tracy) 

Penulis : Esther Idayanti
Image : crystalinks.com