Jangan Cepat Menyerah


Dalam pelatihan calon angkatan laut Amerika (NAVY), ada acara pemeriksaan seragam berkala. Pemeriksaan ini sangat teliti dan ketat. Topi harus berdiri dengan sempurna, seragam diseterika rapi, ikan pinggang berkilau, dll. Namun demikian, instruktur selalu menemukan sesuatu yang salah. Selalu! Orang yang gagal dalam inspeksi ini harus lari di pantai berseragam lengkap, dan saat basah kuyub ia harus berguling-guling di pasir. Sepanjang hari ia mengenakan seragam yang basah dan penuh pasir itu.

Dalam hidup ini, selalu saja ada orang-orang yang menemukan kesalahan kita sekecil apapun, walupun kita sudah berusaha keras memberikan yang terbaik. Seolah semua usaha kita tidak dihargai dan tidak berguna. Mengapa ia tidak bisa melihat hal positif yang kita perbuat? Apakah ia tidak mempertimbangkan pengorbanan kita? Tetapi begitulah kenyataan dalam hidup ini.  Seperti para calon Navy, kalau Anda ingin berhasil dalam hidup, Anda harus bisa melewati hal ini tanpa patah semangat.

JANGAN BERGANTUNG PADA APRESIASI ORANG LAIN.
Jangan gantungkan kesuksesan dan hidup Anda pada komentar/reaksi orang. Tanamkan pada diri Anda bahwa Anda akan selalu melakukan yang terbaik seperti untuk Tuhan, dan tidak akan kecewa apapun pandangan orang, karena pada akhirnya Tuhanlah yang menilai motivasi dan hasil kerja Anda.

INGAT KEMBALI TUJUAN UTAMA ANDA. 
Tujuan jangka panjang menolong seseorang untuk mengatasi kekecewaan jangka pendek. Jangan menyerah. Mengalami kegagalan atau terpaksa menunggu memang sulit, tetapi jauh lebih sulit penyesalan karena Anda berhenti.

HAPUS KATA “MENYERAH”. 
Sadari bahwa pengalaman ini akan membuat Anda menjadi seseorang yang lebih tangguh, teliti, dan tekun. Saat anda menyerah, sebenarnya anda harus memulai kembali semuanya dari awal (EI).

TIDAK ADA YANG LEBIH BURUK DARI PADA KETAKUTAN SAAT MENYADARI BAHWA ANDA MENYERAH TERLALU CEPAT, DAN MENINGGALKAN USAHA YANG SEBENARNYA BISA MENYELAMATKAN DUNIA (Jane Adams)

Penulis : Esther Idayanti