Anak Perlu Kebebasan dan Waktu Bermain, Bermain Bukanlah Kemewahan Melainkan Kebutuhan


Menyambung tulisan kemarin, ada banyak hal yang bisa dilakukan anak-anak kita tanpa gadget:

PERMAINAN NON GADGET seperti halma, ular tangga, uno, kuartet, monopoli dll, memicu anak untuk berpikir. Paling seru kalau mereka bermain monopoli melawan ayahnya.  Mereka bisa teriak, protes keras, dan tertawa terbahak-bahak! Sekarang anak-anak saya sudah terbiasa bermain halma atau yang lainnya melawan saudara mereka sendiri. Saya tidak perlu sibuk menghibur mereka.

OLAH RAGA. Bawa mereka berenang, belikan peralatan badminton, atau main skateboard (ya, anak perempuan saya main skateboard!) sesuatu yang mendorong mereka untuk aktif bergerak.

SEDIAKAN BUKU. Waktu anak saya diberi PR untuk membuat denah rumahnya, temannya berkomentar, “Wah, kamu kaya sekali punya perpustakaan!” padahal teman itu punya kolam renang, kami hanya punya kolam ikan! Tetapi memang buku mebjadi salah satu prioritas di rumah kami.  Buku membuat anak-anak saya diam tenang di mejanya, atau saat menunggu antrian dokter.

CONTEK PROGRAM TV. “Junior Masterchef” adalah program favorit anak-anak. Jadi kami ciptakan permainan mirip itu, tiga anak bertanding membuat “masakan” yang ditentukan dari playdough.

Masih banyak lagi, seperti bermain puppet show, fashion show, membuat “peternakan semut”, memasak mushroom soup, membuat gelang dll. Yang paling lucu, suatu hari ketiga anak saya keluar pakai baju dari koran bikinan mereka sendiri. Mungkin saking bosannya, mereka terpaksa menciptakan sesuatu untuk menghibur diri. Dan ternyata berhasil. Mereka tertawa-tawa mengenakan “baju” ciptaan mereka (EI)

ANAK-ANAK PERLU KEBEBASAN DAN WAKTU UNTUK BERMAIN. BERMAIN BUKANLAH KEMEWAHAN, MELAINKAN KEBUTUHAN (Kay Redfield Jamison) 

Penulis : Esther Idayanti
Image :  xbsmager.blogspot