Allah Menentang Orang Congkak, Tapi Mencintai Orang rendah hati


Winston Churchill pernah ditanya, "Bukankah sungguh mengesankan, setiap kali Anda berbicara, auditorium selalu penuh dan orang berdesakan hingga ke luar?" "Ya memang saya agak tersanjung," jawab Churchill, "Tetapi setiap kali saya merasa demikian, saya lalu teringat, bila saya tidak memberikan orasi politik melainkan digantung hidup-hidup, penontonnya bakal dua kali lipat banyaknya!" Churchill, salah satu orang terpenting dalam sejarah, berusaha agar ia tetap rendah hati.

Rendah hati bukanlah menganggap diri tak berarti (rendah diri), tetapi ia menempatkan prestasi dan kemampuannya dalam perspektif yang seharusnya. Ia sadar bahwa ia juga memiliki kelemahan. Dan ia tidak membandingkan diri dengan orang lain. Karena selalu akan ada orang yang kurang darinya, sehingga ia menjadi sombong. Tetapi selalu ada orang yang lebih darinya, sehingga ia menjadi minder. Orang yang rendah hati bisa melihat dirinya dalam perspektif yang tepat.

Selain itu, orang yang rendah hati membangun kehidupannya seputar Tuhan dan orang lain, bukan memfokuskan pada diri sendiri. Rendah hati berarti bersedia menyerahkan keinginan diri sendiri untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu kebutuhan dan suka cita orang lain. Bagi orang yang rendah hati, Tuhan nomor satu, orang lain nomor dua, baru dirinya. Dan terbukti hal ini membawa kebahagiaan, karena saat seseorang berbuat sesuatu untuk orang lain, hormon endorphin yang memberi perasaan nyaman, dikeluarkan oleh otak. Ternyata rendah hati adalah kunci kebahagiaan.

Allah Menentang Orang Congkak, Tapi Mencintai Orang rendah hati

Penulis : Esther Idayanti
image : ibccogca