REBUTAN


Yang punya anak pasti sering dengar hal ini: "Ini punyaku..!" Dijawab sama kerasnya, "Bukan, punyaku!" Sambil saling tarik menarik barang yang diperebutkan, sampai ada salah satu menangis atau barangnya patah.

Begitulah kalau ada dua orang menganggap mereka punya hak milik atas sebuah barang. Bila barangnya diambil, ia merasa haknya dilanggar, lalu marah besar, kecewa, dan bermusuhan!

Seperti anak kecil itu, kalau hal-hal kesayangan kita di dunia diambil, kita marah pada Tuhan. Kita menganggapnya tragedi, ketidakadilan, penderitaan dll. Soalnya kita merasa "hak milik" ada pada kita. Anakku, keluargaku, uangku, rumahku, kesehatanku, waktuku, hidupku.

Kalau mau jujur mengakui, sebenarnya yang ada pada kita saat ini adalah milik Tuhan sepenuhnya. Dia yang beri kesehatan untuk bekerja, beri otak untuk berpikir, dll. Nyawa kita pun tidak ada dalam kuasa kita. Jadi serahkan hak-hak Anda pada-Nya. Biasanya orang yang menyerahkan haknya pada Tuhan menjadi lebih tenang. Kalau bisnis ditipu, orang yang menipu kita tidak sadar bahwa ia mencuri milik Tuhan, karena usaha kita telah kita dedikasikan jadi milik Tuhan, kita hanya manager saja. Kalau anak Anda sakit, tidak perlu khawatir, karena itu anak milik Tuhan sebab telah didedikasikan pada-Nya. Kalau keluarga kita dipanggil-Nya, tidak perlu pahit hati, karena mereka memang milik-Nya.

Serahkan hak-hak Anda atas harta, hidup dan keluarga Anda pada-Nya. Percayalah, Tuhan menjaga apa yang menjadi milik-Nya (EI).

DENGAN MENYERAHKAN HAK-HAK KITA KEPADA TUHAN, KITA DAPAT MERESPONI HIDUP DENGAN KESABARAN & HATI YANG TERBUKA UNTUK BELAJAR (IBLP) 

Penulis : Esther Idayanti
image kfk.kompas