Moral Leader (Pemimpin Moral)

image via akshatrathi.wordpress.com
Abraham Lincoln bukan hanya seorang presiden, tetapi ia menjadi "moral leader" (pemimpin moral) dari bangsanya, saat ia menghapuskan perbudakan. Tidak harus menjadi orang nomor satu untuk bisa menjadi "moral leader", contohnya Matin Luther King Jr yang merintis persamaan hak kulit hitam di Amerika tidak memiliki jabatan apapun di pemerintahan. Tetapi ketika seluruh bangsa berkata A, Lincoln dan Luther berani berkata B, karena itu yang benar secara moral. Mereka menjadi hati nurani bagi bangsanya.

Tidak semua pemimpin yang memiliki jabatan adalah "moral leader." Bahkan tidak sedikit pemimpin yang justru menyeret organisasi dan anak buahnya dalam kompromi. Pertanyaannya, apakah kita menjadi "moral leader" di lingkungan kita? Apakah orang dapat melihat kita sebagai kompas yang menunjukkan arah etika dan kebenaran? Bila semua orang di kantor melakukan kompromi, beranikah kita berkata "tidak"? Bila lingkungan teman pergaulan melakukan yang tidak sopan, apakah kita tetap menjaga kesucian hidup walaupun diejek? Beranikah kita melawan ketidakadilan?

Bangsa kita yang penuh dengan korupsi ini tidak hanya butuh seorang pemimpin yang kuat, tetapi kita butuh "moral leaders." Dimulai dari Anda dan saya. Bersediakah kita menjadi hati nurani dari dari bangsa ini, di tempat di mana kita berada saat ini? (EI)

UPAH TERBESAR SEBAGAI "MORAL LEADER" BUKANLAH HORMAT DAN KEKAGUMAN DARI ORANG LAIN, MELAINKAN KEPUASAN BAHWA ANDA TELAH MELAKUKAN YANG BENAR (unknown)

Penulis : Esther Idayanti