Kisah Raja Dan Badut


Suatu hari ada sebuah acara “Got Talent” dalam sebuah kerajaan. Banyak orang bertanding dan berharap menang, termasuk  seorang badut.  Ternyata penampilannya sangat luar biasa, dan tidak pernah raja tertawa terbahak-bahak sekeras itu. Setelah acara berlalu, sang raja meminta badut itu untuk menjadi badut kerajaan supaya bisa tampil kapan saja sang raja menginginkannya. Dengan bercanda sang raja memberi sebuah ranting kecil kepada badut itu dan berkata, “Kamu orang yang paling bodoh yang pernah hidup. Kalau kamu melihat orang yang lebih bodoh darimu, beri dia ranting ini,” kemudian sang raja tertawa lagi.

Bertahun-tahun berlalu, sang raja jatuh sakit dan mendekati ajalnya. Ia memanggil badut kesayangannya karena ia ingin tertawa untuk terakhir kalinya sebelum ia meninggal. Ketika badut ini selesai, ia bertanya pada sang raja, “Raja, ke mana baginda akan pergi?”  Sang raja menjawab, “Sebuah perjalanan yang jauh.”  Badut itu bertanya lagi, “Bagaimana Anda tiba di sana?” Dijawab sang raja, “Saya tidak tahu.”  Sang badut mengambil ranting di kantong bajunya dan memberikannya pada sang raja.  Sang raja sangat terkejut dan bertanya mengapa badut itu memberikan ranting itu padanya. Sang badut menjawab, “Raja, hari ini saya bertemu orang yang lebih bodoh dari saya.  Anda tahu, saya bermain-main dan menganggap enteng dunia ini untuk melucu, tetapi Anda menganggap enteng urusan kekekalan!”

Kekekalan bukanlah suatu hal yang bisa dianggap enteng sambil lalu, karena kita akan menghabiskan selama-lamanya waktu kita di sana, entah di surga atau neraka. Apakah Anda telah siap bila waktunya tiba? Apakah Anda sudah memiliki kepastian keselamatan? (EI)

TUHAN MEMBERIKAN WAKTU YANG SINGKAT BAGI MANUSIA HIDUP DI DUNIA, TETAPI JUSTRU WAKTU YANG SINGKAT ITU MENENTUKAN KEHIDUPAN KEKAL KITA (Jeremy Taylor) 
Penulis : Esther Idayanti
image : satireworld