Kenapa Seorang Ibu / Mama Dapat menjadi Seorang Pemimpin yang sangat baik


Coba pikirkan di kantor Anda, berapa banyak pemimpin yang juga seorang ibu? Sebenarnya seorang ibu dapat menjadi pemimpin yang baik. Margaret Thatcher, mantan PM Inggris berkata bahwa setiap perempuan yang mengerti masalah-masalah rumah tangga akan bisa mengerti masalah-masalah dalam menjalankan sebuah negara.

BISA MENJELASKAN HAL KOMPLEKS DENGAN CARA SEDERHANA. 
Karena biasa menjelaskan pada anak-anak, seorang ibu dapat membuat hal rumit jadi hal-hal yang bisa dimengerti dan dilssakukan. Ia bisa menjabarkan konsep menjadi "things to do."

MULTITASKING. 
Sambil memasak, menyiapkan bekal, menerima telpon, dan menyuruh anak buat PR. Seorang ibu terlatih untuk  melakukan beberapa hal bersamaan, bila tidak demikian, pekerjaan di rumah akan terbengkalai.  Berbagai proyek dan masalah harus ditangai oleh seorang pemimpin dalam waktu yang bersamaan. Kemampuan untuk multitasking sangat membantu.

MELAKUKAN FOLLOW UP DENGAN TUNTAS. 
Seperti sudah diprogram, seorang ibu selalu bertanya, "Yang ini sudah dilakukan belum? Sudah sampai mana?" Ia akan memastikan setiap hal yang diperintahkan dilaksanakan. Lalu ia akan  memberikan sanksi dan pujian, sesuai performance seseorang.

INTUISI DAN EMOSI. 
Kepemimpinan bukan hanya soal sistem, analisa, program, tetapi juga melibatkan emosi (kekhawatiran para direktur, kekecewaan staf, dll). Perempuan lebih bisa berempati dan terbiasa dengan emosi. Ia juga menggunakan intuisi, bukan sekedar logika.

TO HANDLE YOURSELF, USE YOUR HEAD. TO HANDLE OTHERS, USE YOUR HEART (Eleanor Roosevelt) 


Penulis : Esther Idayanti
image: holykaw.alltop